Indeks Ketimpangan Gender Kaltim Alami Kenaikan, Ini Penyebabnya

Tren Pemulihan Terus Berlanjut, Ekonomi Kaltim Tumbuh Lebih Tinggi di 2022
Kepala BPS Kaltim Yusniar Juliana. (Syaiful Al-Qadrie/Adpimprov)

SAMARINDA – Indeks Ketimpangan Gender (IKG) Kaltim tahun 2022 tercatat sebesar 0,443. Atau naik 0,007 poin dibandingkan tahun 2021.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim Yusniar Juliana dalam rilis pers, Selasa (1//8/2023) mengungkapkan, naiknya ketimpangan gender akibat ketidaksetaraan capaian pada dimensi penyusun IKG antara laki-laki dan perempuan. Naiknya IKG Kaltim ini dipengaruhi oleh makin tidak setara
antara capaian laki-laki dan perempuan pada beberapa indikator penyusun IKG.

“Pada dimensi kesehatan reproduksi, tercatat adanya peningkatan proporsi
perempuan melahirkan tidak di fasilitas kesehatan pada tahun 2022, dari tahun
sebelumnya sebanyak 85 menjadi 89 perempuan per seribu perempuan pernah
kawin usia 15-49 tahun yang pernah melahirkan anak lahir hidup,” beber Yusniar.

Baca Juga  Rajut Silaturahmi, Pj Gubernur Kaltim Gelar Buka Bersama di HUT Ke-54

Pada tahun 2022, tercatat adanya ketidaksetaraan capaian antara laki-laki dan perempuan pada dimensi pemberdayaan. Yakni pada indikator persentase.penduduk sebagai anggota legislatif dan dimensi pasar tenaga kerja, yakni indikator tingkat partisipasi angkatan kerja.

“Capaian IKG tahun 2022 dibandingkan tahun 2018 untuk 8 dari 10 kabupaten/kota telah memiliki kesetaraan yang semakin tinggi dengan IKG yang semakin menurun, dan masih menyisakan dua kabupaten/
kota dengan IKG yang meningkat,” terangnya.

Lebih lanjut Yusniar memaparkan, sepanjang periode ini Samarinda tercatat mengalami penurunan IKG cukup dalam. Sedangkan IKG di Balikpapan dan Kutai Timur (Kutim) justru mengalami peningkatan.

Baca Juga  Jadi Tuan Rumah BBGRM Tingkat Provinsi, DPMPD Kukar Lakukan Pemantapan

“Hal ini perlu menjadi perhatian pemerintah daerah untuk meminimalkan hilangnya potensi pembangunan akibat adanya ketimpangan gender,” pesan Yusniar.

Pada tahun 2022, ketimpangan gender paling rendah dicapai Samarinda (0,197). Diikuti Bontang (0,253) dan Balikpapan (0,344).

“Jika dibandingkan tahun 2021, capaian IKG menurut kabupaten/kota nampak bervariasi,” sebutnya.

Empat Kabupaten/kota mengalami peningkatan IKG yang berarti ketidaksetaraan yang semakin lebar antara capaian pembangunan antara laki-laki dan perempuan. Peningkatan IKG tertinggi terjadi di Balikpapan yang meningkat 0.098 poin. Sedangkan IKG enam kabupaten/kota lainnya mengalami penurunan.

Baca Juga  Penuhi Kebutuhan, Distanak Kukar Lakukan Pembibitan Ternak Sapi dan Kambing

“Penurunan KG terdalam terjadi di Kota Bontang sebesar 0,095 poin,” tegas Yusniar. (xl)