Dishub Samarinda Siapkan Peluncuran Transportasi Ramah Lingkungan

Dishub Samarinda Siapkan Peluncuran Transportasi Ramah Lingkungan
Kepala Dishub Samarinda Hotmarulitua Manalu. (Komparasinews)

SAMARINDA – Dinas Perhubungan (Dishub) Samarinda tengah mempersiapkan pengadaan layanan transportasi massal yang ramah lingkungan guna mengurangi polusi udara dan menekan emisi gas buang kendaraan.

Kepala Dishub Kota Samarinda, Hotmarulitua Manalu menjelaskan program ini bertujuan untuk menyediakan transportasi berbasis listrik yang lebih efisien dan berkelanjutan sesuai dengan arahan Wali Kota Samarinda, Andi Harun dalam mendukung pembangunan kota yang lebih hijau dan bersih, sejalan dengan aman UU 22/2009 tentang LLAJ.

“Satu liter bahan bakar fosil menghasilkan 2,5 kilogram (kg) emisi gas buang. Dengan bus listrik, kami optimis dapat menelan emisi gas buang secara signifikan,” ujar Manalu sapaan akrabnya, Senin (16/12/2024).

Baca Juga  Segera Beroperasi, Pemkab Kukar Atur PKL di Pasar Tangga Arung

Rencananya, pada 2025 mendatang akan dibuka dua trayek utama dan dua trayek feeder.

Trayek utama dalam jalur transportasi yang menghubungkan area pusat dengan daerah-daerah besar, sementara trayek feeder berfungsi sebagai jalur penghubung antara trayek utama dan kawasan-kawasan lebih kecil atau pemukiman.

Manalu menyebutkan program ini akan menggunakan skema Pembelian Layanan atau Buy The Service (BTS), di mana pembayaran tarif dilakukan berdasarkan jarak tempuh per kilometer kepada penyedia layanan transportasi.

Baca Juga  Lomba Bulu Tangkis Antar-OPD, DPRD Samarinda Berhasil Juara II

“Akan dibuka trayek 1A dan 1B sebagai trayek utama, serta trayek pengumpan F2 dan F5. Kami melibatkan pengusaha otobus untuk menghindari keluhan di kemudian hari,” bebernya.

Dishub Samarinda melibatkan berbagai pihak, seperti Organisasi Angkutan Darat (Organda) dan perusahaan angkutan kota sebagai memastikan kelancaran.

Dia juga menekankan standar operasional yang ketat akan diterapkan, dengan waktu kedatangan antar bus (headway) sekitar 12 menit dan durasi operasional 12 jam per hari.

“Kami memastikan bahwa seluruh pihak terlibat agar program ini bisa berjalan lancar dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat,” tutup Manalu. (nta)