DLHK Kukar Gelar Forum Perangkat Daerah Tingkatkan Pengelolaan SDA

Situasi kegiatan Forum Perangkat Daerah DLHK Kukar di Hotel Grand Elty Singgasana. (istimewa)

KUTAI KARTANEGARA — Upaya meningkatkan pengelolaan sumber daya alam (SDA) terus dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK). Kali ini DLHK mengelar Forum Perangkat Daerah dalam rangka meningkatkan pengelolaan SDA yang berwawasan lingkungan.

Berlangsung di Hotel Grand Elty Singgasana, Selasa (15/3/2022), sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Kukar dan Camat se-Kukar hadir dalam kegiatan tersebut.

Kepala DLKHK Kukar Alfian Noor menjelaskan, forum ini merupakan upaya mengolaborasikan kegiatan yang sudah tersusun dalam Rencana Strategis (Renstra) dan ditetapkan pada RPJMD 2021-2022. Termasuk salah satunya Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH). “IKLH itu tidak bisa berjalan sendiri, itu harus ada campur tangan dari OPD lainnya,” sebutnya.

Baca Juga  Pemkab Kukar Mulai Susun RKPD 2027, Fokus Efisiensi Anggaran dan Penguatan Kolaborasi OPD

Lebih lanjut diuraikan, salah satu indikator menghitung IKLH yaitu indikatornya air. Contohnya dari 19 air sungai di Kukar yang sudah diambil hampir seluruh kondisinya tercemar ringan. DLHK tidak bisa memperbaiki sungai untuk memperbaiki masalah ini melainkan melibatkan OPD teknis terkait.

Alfian memberikan contoh masih adanya jamban atau toilet konvensional. Hal ini menurutnya mesti diupayakan dihapus diganti secara bertahap dengan jamban komunal. Dalam penyelenggaraan jamban komunal ini misalnya, teknisnya berada di OPD Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim).

Baca Juga  Pemkab Kukar Awali Pendidikan Gratis, Tegaskan Sekolah Tak Lakukan Pungutan

“Makanya diarahkan dengan Forum Perangkat Daerah ini, apa yang kami sampaikan itu akan dilakukan oleh OPD lain,” terangnya.

Adapun dalam meningkatkan pengelolaan SDA, salah satu yang dilakukan DLKH yaitu melakukan pengendalian pencemaran lingkungan. Dengan melakukan pengawasan, pembinaan kepada perusahaan dan para pelaku usaha. “Masih banyak lagi aktivitas-aktivitas lainnya yang berkaitan dalam upaya meningkatkan SDM,” pungkas Alfian. (man)