KUTAI KARTANEGARA – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Kartanegara (Kukar) terus mendorong masyarakat, terutama para orang tua, untuk mengutamakan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) sebelum anak-anak mereka memasuki Sekolah Dasar (SD).
Kepala Bidang PAUD dan Pendidikan Non Formal dan Informal (PNFI) Disdikbud Kukar Fujianto mengungkapkan, masih banyak orang tua yang enggan mengirimkan anak mereka ke PAUD. Karena menganggap pendidikan di sana hanya fokus pada bermain.
“Karena di PAUD kan lebih banyak bermain-main saja, karena orang tua masih berpikir hanya main-main dan setiap bulan malah harus bayar,” jelasnya kepada Komparasinews, Kamis (24/4/2025).
Menurut Fujianto, persepsi tersebut menjadi tantangan bagi Disdikbud Kukar untuk memberikan pemahaman yang tepat kepada masyarakat mengenai pentingnya pendidikan di PAUD. Dia menambahkan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kukar sudah memiliki program wajib PAUD selama satu tahun sebelum memasuki SD.
Program ini diperkuat dengan adanya Peraturan Bupati (PERBUP) Kabupaten Kutai Kartanegara No 16 Tahun 2022 tentang penyelenggaraan Pendidikan Anak Usia Dini Pra Sekolah Dasar.
“Sebenarnya di Kukar itu sudah kita rilis di tahun 2022, wajib PAUD satu tahun, melalui PERBUP No 16 Tahun 2022,” ungkapnya.
Fujianto juga menyebutkan Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) kini telah mendukung program ini dengan mengeluarkan kebijakan baru mengenai wajib belajar 13 tahun, yang juga mencakup PAUD sebagai bagian dari pendidikan dasar.
“Dengan adanya kebijakan baru dari Kementerian, sekarang ada program wajib belajar 13 tahun,” tambahnya.
Selain itu, Pihaknya berharap masyarakat dapat lebih memahami pentingnya PAUD dan mendorong orang tua untuk menyekolahkan anak-anak mereka ke PAUD minimal satu tahun sebelum memasuki SD.
“Jadi anak yang belum bersekolah PAUD, diharapkan masuk PAUD minimal satu tahun sebelum SD,” tutupnya. (adv/fjr)
monperatoto toto slot











