Disdikbud Kukar Siapkan Perawatan Khusus untuk Museum Kayu Tenggarong

Disdikbud Kukar Siapkan Perawatan Khusus untuk Museum Kayu Tenggarong
Tampak depan Museum Kayu yang berada di Kecamatan Tenggarong. (fajar/komparasinews)

KUTAI KARTANEGARA – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Kartanegara (Kukar) akan melakukan perawatan khusus terhadap Museum Kayu di Kecamatan Tenggarong. Perawatan ini dilakukan mengingat seluruh bangunan dan koleksi utama museum tersebut terbuat dari kayu, termasuk jenis-jenis kayu yang mulai rapuh.

Pamong Budaya Ahli Muda Bidang Cagar Budaya dan Permuseuman Disdikbud Kukar M Saidar mengatakan, perawatan museum tidak bisa dilakukan secara sembarangan. Karena material kayu memerlukan perlakuan khusus.

“Kalau terkait dengan perawatan ini memang harus dengan perlakuan khusus, karena berkaitan dengan jenis kayunya,” ujar Saidar, Jumat (9/5/2025).

Baca Juga  Pemerataan Akses Pendidikan Jadi Sorotan Jelang SPMB di Balikpapan

Dia menambahkan, perawatan tidak cukup hanya dengan proses pembersihan biasa. Diperlukan metode khusus untuk menjaga keawetan kayu, terutama untuk mencegah serangan rayap dan kerusakan akibat usia.

“Jadi memang tidak bisa hanya dibersihkan seperti biasa. Ada teknik khusus yang digunakan untuk merawat koleksi kayu,” jelasnya.

Saat ini, Disdikbud Kukar tengah menyusun anggaran untuk perawatan Museum Kayu pada tahun anggaran 2025. Hal ini dianggap mendesak karena sejumlah bagian bangunan dan koleksi kayu menunjukkan tanda-tanda kerusakan dan kerapuhan.

“Koleksi kayunya sudah mulai rapuh, sebagian juga sudah dimakan rayap. Karena memang jenis-jenis kayu tertentu ada masa ketahanannya,” imbuh Saidar.

Baca Juga  Resmi Dilantik, Kadin Paser Diingatkan Jangan Jadi Penonton di Daerah Sendiri

Diketahui, sejak didirikan, bangunan Museum Kayu belum pernah mengalami pergantian struktur utama. Seluruh bangunannya menggunakan kayu ulin yang dikenal tahan lama, namun tetap memerlukan perawatan berkala agar tetap kokoh.

Ke depan pihaknya berencana menggandeng stakeholder terkait. Termasuk perusahaan-perusahaan di bidang kehutanan atau perkayuan, untuk mendukung perawatan museum tersebut.

“Insyaallah ke depan kami akan mencari informasi dan menjajaki kerja sama dengan pihak-pihak terkait, termasuk perusahaan kayu yang bisa membantu perawatan koleksi dan bangunan museum,” tutup Saidar. (adv/fjr)