Ketua DPRD Kaltim Soroti Kasus Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak

Foto : Ilustrasi.

SAMARINDA – Ketua DPRD Kalimantan Timur (Kaltim), Hasanuddin Mas’ud, menekankan pentingnya pemerataan dalam pendataan dan penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak, terutama di daerah-daerah terpencil. Menurutnya, meski Kota Samarinda mencatatkan angka kasus tertinggi, daerah lain yang lebih jauh dari pusat kota mungkin memiliki kasus yang tidak tercatat.

Hasanuddin mengungkapkan bahwa di Samarinda, angka kekerasan terlihat lebih tinggi karena kota ini lebih banyak diekspos. “Namun di daerah lain, kekerasan yang terjadi sering tidak terdeteksi, sehingga penting untuk memperkuat sistem pelaporan,” ujar Hasanuddin.

Dari data Sistem Informasi Online Perlindungan Perempuan dan Anak (Simfoni PPA), tercatat sepanjang tahun 2024, Kaltim mengalami 1.002 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak, dengan Samarinda sebagai daerah dengan jumlah kasus terbanyak. Di antaranya, 175 kasus melibatkan anak-anak dan 103 kasus terhadap perempuan. Tren kekerasan ini berlanjut hingga 5 Mei 2025, dengan tercatatnya 341 kasus kekerasan, lagi-lagi sebagian besar berasal dari Samarinda.

Baca Juga  Pastikan Proses Lancar, KPU Kukar Rakor Persiapan Pendaftaran Bapaslon Bupati dan Wabup

Hasanuddin menegaskan perlunya kerjasama antara pemerintah daerah, aparat hukum, dan masyarakat dalam menangani kasus-kasus kekerasan ini. Ia menyarankan agar sistem perlindungan yang lebih responsif diterapkan tidak hanya di kota besar seperti Samarinda, tetapi juga di kabupaten dan kota lainnya di Kaltim.

Sebagian besar kasus kekerasan yang dilaporkan berasal dari ranah domestik. Pada 2024, Samarinda tercatat melaporkan 83 kasus kekerasan terhadap anak dan 74 kasus terhadap perempuan dalam rumah tangga. Hasanuddin juga mengungkapkan bahwa upaya untuk memperkuat sistem pelaporan di daerah-daerah jauh dari pusat kota harus segera dilakukan agar setiap kasus bisa terdeteksi dan mendapatkan penanganan yang tepat.

Baca Juga  Wabup Rendi Minta Pelajar Kukar Aktif Manfaatkan Program-Program Sektor Pendidikan

Pemerataan dalam penanganan kekerasan ini diharapkan bisa mengurangi angka kekerasan terhadap perempuan dan anak yang terus meningkat, serta memberikan perlindungan yang lebih menyeluruh bagi seluruh lapisan masyarakat di Kaltim. (adv/zu)