Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Pemkab Kukar Dorong Kolaborasi Sekolah dan Bank Sampah

Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Pemkab Kukar Dorong Kolaborasi Sekolah dan Bank Sampah
Bupati Kukar Edi Damansyah saat diwawancarai. (istimewa)

KUTAI KARTANEGARA — Hari Lingkungan Hidup Sedunia juga turut diperingati Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar). Bupati Kukar, Edi Damansyah menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor dalam menangani persoalan sampah, khususnya dengan melibatkan dunia pendidikan.

Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kukar diminta segera berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) guna mengintegrasikan program bank sampah ke dalam aktivitas sekolah, terutama di tingkat SD dan SMP.

“Saya minta kepala DLHK bekerja sama dengan Dinas Pendidikan agar bank-bank sampah yang ada di desa dapat bermitra dengan sekolah. Siswa diimbau membawa sampah plastik dari rumah secara rutin, bisa seminggu atau dua minggu sekali, tergantung kesepakatan,” ujar Edi.

Baca Juga  Bupati Kukar Serahkan Bantuan Rp200 Juta di Desa Segihan untuk Penguatan Rumah Ibadah

Menurutnya langkah ini tidak hanya berfungsi sebagai sarana edukasi lingkungan sejak dini. Retapi juga memberi nilai tambah secara ekonomi bagi siswa dan keluarganya.

“Anak-anak akan teredukasi mengenai pentingnya pengelolaan sampah. Di rumah, mereka akan melibatkan orang tuanya untuk memilah dan mengumpulkan sampah plastik. Sampah yang dibawa ke sekolah kemudian ditabung melalui sistem bank sampah,” jelasnya.

Dengan sistem tabungan ini, nantinya siswa dapat menyimpan nilai ekonomi dari sampah yang dikumpulkan. Tabungan tersebut bisa digunakan untuk mendukung kegiatan sekolah seperti ekstrakurikuler atau kunjungan studi, tanpa harus membebani orang tua dengan iuran.

Baca Juga  Kukar Kekurangan Penyuluh Pertanian, Distanak Sebut Regenerasi Jadi Tantangan

“Saya tegaskan, ada dua manfaat besar yang bisa kita capai. Pertama, membangun kesadaran anak-anak sejak dini tentang pentingnya lingkungan. Kedua, memberikan pemahaman bahwa sampah juga memiliki nilai ekonomi bila dikelola dengan baik,” katanya.

Sejumlah sekolah di Kukar sebenarnya telah menerapkan model kerja sama ini. Namun, dirinya berharap momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia dapat dimanfaatkan untuk memperluas cakupan program tersebut di seluruh wilayah kabupaten.

“Jangan kita melihat sampah hanya sebagai masalah, tetapi juga sebagai peluang yang bisa memberi manfaat, baik dari sisi lingkungan maupun ekonomi,” pungkasnya. (adv/fjr)