MAHAKAM ULU— Ketua DPRD Kalimantan Timur, Hasanuddin Mas’ud, menyoroti minimnya pembangunan infrastruktur jalan di Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu), yang dinilai masih tertinggal jauh meski berada di kawasan perbatasan negara.
Dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Forum Masyarakat Peduli Mahulu, ia menyebut baru sekitar 18 kilometer jalan di Mahulu yang telah beraspal.
“Bayangkan, dari seluruh kawasan Mahulu yang luas, baru 18 kilometer yang sudah beraspal. Sisanya masih berupa jalan tanah atau setapak,” ungkap Hasanuddin di Kantor DPRD Kaltim, Rabu (28/5).
Ia menekankan bahwa Mahulu merupakan wilayah strategis karena berbatasan langsung dengan Serawak, Malaysia, dengan beberapa permukiman hanya berjarak 5 kilometer dari garis batas negara. Namun, tidak tersedia akses jalan yang layak menuju wilayah tersebut.
Hasanuddin membandingkan kondisi Mahulu dengan daerah perbatasan di Kalimantan Barat yang sudah memiliki terminal lintas negara dan infrastruktur jalan memadai. Menurutnya, keberadaan terminal perbatasan sangat penting untuk membuka akses ekonomi dan memperkuat pengawasan wilayah.
Ia menambahkan, keterbatasan infrastruktur juga berdampak langsung pada sektor pendidikan, kesehatan, dan ekonomi masyarakat lokal. Untuk itu, pembangunan jalan harus menjadi prioritas utama dalam perencanaan anggaran provinsi maupun usulan ke pemerintah pusat.
“Mahulu punya potensi besar. Tapi kalau akses tidak dibuka, kita kehilangan peluang sekaligus melemahkan kedaulatan,” tegasnya.
DPRD Kaltim, kata Hasanuddin, siap mendukung pengajuan anggaran pembangunan Mahulu sebagai bagian dari komitmen untuk mewujudkan keadilan pembangunan dan penguatan wilayah terluar Kalimantan Timur. (adv/zu)












