SAMARINDA — DPRD Kalimantan Timur menilai bahwa tingginya gaji guru di Sekolah Terpadu Loa Bakung sebanding dengan beban kerja dan kualifikasi yang dituntut oleh standar pendidikan internasional.
Hal ini disampaikan oleh Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Darlis Pattalongi, menanggapi polemik gaji guru yang mencapai Rp15 juta ditambah tunjangan Rp5 juta.
“Jangan hanya dilihat dari angka gajinya. Harus dilihat beban kerja, tanggung jawab, dan kualifikasi yang mereka miliki,” ujar Darlis, Sabtu (14/6).
Sekolah Terpadu Loa Bakung diketahui menggabungkan Kurikulum Merdeka Nasional dengan standar Cambridge, yang menuntut kompetensi tinggi dari para pengajar. Darlis menilai wajar jika guru di sekolah tersebut menerima kompensasi lebih karena harus memenuhi sertifikasi dan persyaratan ketat.
Namun, ia juga mengingatkan pentingnya keadilan dalam kesejahteraan guru secara menyeluruh. “Jangan sampai menimbulkan kecemburuan, apalagi jika insentif guru-guru biasa saja masih tertunda pembayarannya,” tambahnya.
DPRD Kaltim mendorong sinergi antara pemerintah dan lembaga pendidikan untuk memastikan kesejahteraan guru merata, tanpa mengabaikan kualitas dan profesionalisme yang dibutuhkan di sekolah-sekolah unggulan. (adv/zu)












