Petani Muda Margahayu Didorong Kembangkan Peternakan Ayam, Pemkab Kukar Siap Dukung

Petani Muda Margahayu Didorong Kembangkan Peternakan Ayam, Pemkab Kukar Siap Dukung
Bupati Kukar Aulia Rahman Basri saat melakukan kunjungan ke kandang kambing milik salah satu anggota Poktan Milenial di Desa Margahayu. (fajar/komparasinews)

KUTAI KARTANEGARA – Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Aulia Rahman Basri mendorong Kelompok Tani (Poktan) Milenial Andalan Jonggon agar mulai merambah ke sektor peternakan ayam. Hal ini disampaikannya saat menyerahkan bantuan alat pertanian di Desa Margahayu, Kecamatan Loa Kulu, Ahad (20/7/2025).

Sebelum menyerahkan bantuan, Bupati Aulia sempat meninjau peternakan kambing milik salah satu anggota Poktan Milenial. Keberadaan kandang kambing dinilai menunjukkan adanya potensi untuk mengembangkan usaha peternakan lebih lanjut.

Ketua Poktan Milenial Andalan Jonggon, Wahyu Kurnianto, menyebutkan bahwa selain fokus di bidang pertanian, kelompoknya juga telah memulai usaha peternakan kambing.

Baca Juga  Pemkot Samarinda Pindahkan Rekening Kas Umum Daerah, Ini Alasannya

“Ini kandang kambing milik salah satu anggota kami, Pak. Sudah berjalan sekitar satu tahun,” ujarnya kepada Bupati.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Aulia mengusulkan agar kelompok tani mulai mengembangkan usaha peternakan ayam yang memiliki siklus usaha lebih cepat.

“Ya, makanya saya memunculkan ide. Karena mereka di sini, petani milenialnya punya kandang kambing. Nah, kambing ini kan proses peliharanya itu lama, dari kecil sampai dewasa itu butuh waktu,” jelasnya.

“Kalau kita bicara ayam, itu tiga minggu orang sudah bisa panen. Jadi saya munculkan idenya dan nanti kalau ditangkap oleh mereka di sini, kita coba bantu untuk kandangnya dan proses awal memulainya,” lanjut Aulia.

Baca Juga  Bupati Sebut APBD Perubahan PPU Tahun Anggaran 2023 Zero Defisit

Dia menambahkan, dukungan dari pemerintah daerah akan diberikan secara bertahap, termasuk bantuan kandang, ayam, hingga pakan. Namun, untuk bibit ayam, bantuan hanya diberikan di awal, dan selanjutnya diharapkan bisa berputar menjadi modal usaha berkelanjutan.

“Nanti kita bantu, kita bikinkan kandangnya, kita berikan ayamnya. Pakan juga kita bantu. Tapi untuk bibit ayam, kita bantu pertama kali saja. Setelah itu harus mutar terus modalnya,” tegasnya. (fjr)