KUTAI KARTANEGARA – Program Pendidikan Gratispol dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim resmi mulai diterima Universitas Kutai Kartanegara (Unikarta). Kampus mendapat alokasi sekitar Rp3 miliar yang digunakan untuk mengganti biaya kuliah mahasiswa penerima program.
Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan Unikarta Budi Yusuf mengatakan, ada 524 mahasiswa yang masuk dalam daftar penerima. Mereka terdiri 124 mahasiswa ongoing tahun 2024 dan 400 mahasiswa baru angkatan 2025.
“Informasi dari Pemprov Kaltim, biayanya sudah disalurkan ke Unikarta sebelum puasa. Total sekitar Rp3 miliar,” ujarnya kepada Komparasinews, Kamis (26/3/2026).
Dana tersebut akan dikembalikan kepada mahasiswa yang sudah terlanjur membayar, khususnya mahasiswa ongoing, sekaligus menanggung biaya kuliah mereka hingga maksimal semester delapan.
“Penggantian dilakukan setelah Lebaran. Mekanismenya nanti diatur bagian keuangan, bisa diambil langsung atau ditransfer,” jelasnya.
Seluruh program studi di UNIKARTA terakomodasi dalam program Gratispol, termasuk jenjang magister (S2).
Program ini mengacu pada Pergub No. 24 Tahun 2025, yang menegaskan bahwa bantuan hanya berlaku untuk mahasiswa kelas reguler. Setiap semester, mahasiswa wajib melakukan lapor diri melalui web Gratispol untuk memastikan status bantuan tetap berlanjut.
“Kalau mereka aktif dan melapor, SK-nya diperbarui. Biaya kuliah semester berikutnya otomatis dibayar dengan anggaran itu,” kata Budi.
Di Unikarta, nominal biaya pendidikan yang ditanggung program ini berkisar Rp3 juta per semester untuk program S1 dan Rp9 juta untuk program S2. Budi berharap mahasiswa benar-benar memanfaatkan kesempatan ini.
“Ini peluang besar. Pemerintah provinsi sudah menjamin biaya pendidikan, tinggal mahasiswa menjaga komitmen supaya bisa terus ditetapkan hingga lulus,” ujarnya. (fjr)












