KUTAI KARTANEGARA – Perumda Air Minum Tirta Mahakam terus membenahi sistem layanan air bersih di Kecamatan Tenggarong. Dengan mengandalkan integrasi instalasi pengolahan air (IPA) serta kerja sama dengan pihak ketiga untuk menutup keterbatasan kapasitas distribusi.
Direktur Perumda Tirta Mahakam Suparno mengungkapkan, salah satu tantangan utama berasal dari kualitas air baku Sungai Tenggarong yang kerap keruh, sehingga membutuhkan proses pengolahan lebih optimal.
“Pak Bupati saat ini sedang mengevaluasi pelayanan kami. Salah satu tantangan utama adalah kualitas air baku yang cenderung keruh, sehingga perlu peningkatan dari sisi sarana dan pengolahan,” ujarnya saat berada di IPA Bekotok Tenggarong, Selasa (28/4/2026).
Saat ini terdapat tiga IPA yang menjadi tulang punggung layanan, yakni di Bukit Biru, Sukarame, dan Bekotok. Ke depan, seluruh instalasi tersebut akan diintegrasikan agar mampu saling menopang distribusi air ke pelanggan.
Meski cakupan layanan di Tenggarong telah mencapai sekitar 99 persen, Suparno mengakui masih ada wilayah yang belum terlayani selama 24 jam akibat keterbatasan kapasitas produksi. Untuk mengatasi hal itu, Perumda mulai mendorong penambahan kapasitas melalui kolaborasi dengan pihak ketiga.
Dalam skema tersebut, pihak ketiga akan memproduksi air bersih, sementara Perumda membeli air jadi untuk kemudian disalurkan ke masyarakat.
“Polanya, pihak ketiga memproduksi air bersih, lalu kami distribusikan. Ini untuk mempercepat peningkatan layanan,” jelasnya.
Secara keseluruhan, cakupan layanan air bersih di Kukar baru mencapai sekitar 54 persen, mencakup 132 desa dan 44 kelurahan dari total 193 desa di 20 kecamatan. Kondisi geografis yang luas menjadi tantangan tersendiri dalam perluasan layanan.
Perumda menargetkan tidak ada lagi masyarakat Tenggarong yang mengalami keterbatasan akses air bersih akibat kendala kapasitas.
Selain itu, menghadapi potensi musim kemarau, Perumda memastikan sumber air utama masih dalam kondisi aman. Namun, pihaknya tetap mengantisipasi penurunan debit pada anak sungai, terutama jika terjadi fenomena El Nino berkepanjangan.
Sebagai langkah antisipasi, sejumlah sumber air cadangan telah disiapkan dan diuji kualitasnya. Perumda juga mulai mengembangkan teknologi membran untuk meningkatkan kualitas air baku dalam kondisi ekstrem.
“Hasil uji coba menunjukkan teknologi ini cukup efektif, terutama saat kondisi air baku memburuk,” kata Suparno.
Dia menambahkan, kualitas air di Tenggarong sangat dipengaruhi oleh intake dari Sungai Mangkurawang. Karena itu, peningkatan sistem pengolahan dan kapasitas produksi menjadi fokus utama dalam pembenahan layanan ke depan. (fjr)












