KUKAR IDAMAN SEP 26

Keluarga Miskin dan Rentan Dominasi Asal Peserta Program Kukar Siap Kerja

Keluarga Miskin dan Rentan Dominasi Asal Peserta Program Kukar Siap Kerja
Para peserta Job Fair di Gedung Putri Karang Melenu, Tenggarong Seberang, Selasa (14/6/2026). (Komparasinews/Habib Fajar)

KUTAI KARTANEGARA – Sebanyak 85 persen dari 305 peserta Program Pelatihan Kompetensi Kukar Siap Kerja 2026 berasal dari keluarga miskin dan rentan miskin.Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) menjadikan program ini sebagai salah satu strategi meningkatkan keterampilan masyarakat sekaligus menekan angka kemiskinan melalui perluasan kesempatan kerja.

Plt Kepala Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja (Distransnaker) Kukar Dendi Irwan Fahriza mengatakan, mayoritas peserta merupakan masyarakat yang masuk dalam Data Terpadu Sosial Nasional (DTSN) desil 1 hingga desil 5.

“Dari total 305 peserta, sekira 85 persen berasal dari DTSN desil 1 sampai desil 5, yakni kategori sangat miskin, miskin, hampir miskin, rentan miskin, hingga masyarakat berpenghasilan pas-pasan,” ujarnya usai pembukaan Job Fair di Gedung PKM, Tenggarong Seberang, Selasa (14/7/2026).

Baca Juga  Komisi IV Ingin Raperda Ketahanan Keluarga Jadi Payung Hukum Berkualitas

Menurut Dendi, peningkatan kompetensi menjadi salah satu cara untuk membuka peluang kerja. Bagi masyarakat yang selama ini memiliki keterbatasan akses terhadap dunia kerja.

“Harapannya pelatihan ini dapat menjadi salah satu cara untuk mengatasi kemiskinan di Kukar melalui akses ketenagakerjaan,” katanya.

Sebanyak 305 peserta mengikuti sembilan jenis pelatihan, yakni Ahli K3 Umum (20 peserta), Desain Grafis (15), Content Creator (15), Mekanik Alat Berat (20), Operator Alat Berat (40), Rigger (20), Satpam Gada Pratama (55), Welder SMAW 3G (40), serta Penjamah Makanan (80 peserta).

Dendi menjelaskan, pelatihan penjamah makanan merupakan program baru pada tahun ini. Pelatihan tersebut disiapkan untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja dalam mendukung operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kukar.

Baca Juga  Sempat Terlihat Terapung, Penumpang KM Bukit Siguntang Hilang di Perairan Balikpapan

Selain pelatihan, Distransnaker juga menandatangani perjanjian kerja sama dengan sejumlah perusahaan dari berbagai sektor sebagai upaya memperluas peluang penempatan kerja bagi para peserta setelah menyelesaikan pelatihan.

Program Kukar Siap Kerja juga melibatkan pelaku usaha sektor informal. Selama kegiatan berlangsung, kebutuhan konsumsi peserta dipenuhi oleh enam Tenaga Kerja Mandiri (TKM) binaan Distransnaker yang bergerak di bidang usaha kuliner.

“Makan dan minum selama dua hari kegiatan ini seluruhnya didukung oleh TKM binaan kami. Setiap kegiatan yang melibatkan Distransnaker, mereka selalu kami libatkan sebagai bentuk pemberdayaan sektor informal,” jelas Dendi.

Baca Juga  Tunjangan Guru Kukar Belum Bisa Disalurkan Langsung ke Rekening, Ini Alasannya

Dia berharap program Kukar Siap Kerja tidak hanya meningkatkan kompetensi peserta, tetapi juga membuka akses kerja yang lebih luas sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (fjr)