KUKAR IDAMAN SEP 26

Tak Kalah dari Liga Profesional, Turnamen Sepak Bola Desa di Kukar Gunakan VAR

Tak Kalah dari Liga Profesional, Turnamen Sepak Bola Desa di Kukar Gunakan VAR
Suasana penggunaan teknologi VAR di Turnamen Sepak Bola Martadipura Cup 3 di Desa Liang, Kecamatan Kota Bangun. (Dok. Panitia Turmamen)

KUTAI KARTANEGARA – Turnamen sepak bola tingkat desa di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) tampil berbeda. Martadipura Cup 3 yang digelar di Lapangan Sepak Bola Martadipura, Desa Liang, Kecamatan Kota Bangun, menghadirkan teknologi Video Assistant Referee (VAR) untuk membantu wasit mengambil keputusan pada pertandingan.

Teknologi yang identik dengan kompetisi sepak bola profesional itu digunakan sebagai uji coba pada laga pembuka turnamen yang digelar dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-66 Desa Liang.

Kepala Desa Liang Rodiani mengatakan, perangkat VAR disewa dari penyedia jasa di Tenggarong. “Untuk pembukaan saja kemarin uji coba. Jadi itu kami sistem sewa,” ujarnya saat dihubungi, Selasa (21/7/2026).

Baca Juga  Bawa Pulang Tujuh Medali, PWI Kukar Tembus Tiga Besar Porwada Kaltim 2025

Menurut Rodiani, penggunaan VAR dinilai mampu meningkatkan kualitas pertandingan sekaligus membantu wasit mengambil keputusan yang lebih akurat.

“Sebetulnya efektif saja, lebih baik. Banyak juga yang meminta pertandingan disiarkan secara streaming, cuma kendalanya memang di biaya,” katanya.

Namun, penggunaan VAR secara penuh selama turnamen belum memungkinkan karena membutuhkan anggaran yang cukup besar. “Kalau dipakai full selama turnamen, biaya kontraknya sekira Rp80 juta,” ungkapnya.

Karena keterbatasan anggaran, panitia hanya menggunakan VAR pada laga pembuka dan berencana kembali memakainya pada babak semifinal serta final.

Baca Juga  Preview Liga Champions: Duel Para Raja Eropa, Real Madrid vs Bayern München

“Awalnya memang tidak ada rencana memakai VAR. Tetapi setelah ada penawaran, akhirnya kami gunakan saat pembukaan dan kemungkinan dipakai lagi pada semifinal serta final,” jelas Rodiani.

Untuk satu kali penggunaan pada pertandingan pembuka saja, panitia mengeluarkan biaya sekitar Rp11 juta. Selain menghadirkan VAR, Martadipura Cup 3 juga menjadi salah satu turnamen sepak bola desa dengan peserta yang cukup banyak. 

Sebanyak 56 klub dari berbagai daerah di Kaltim ambil bagian, termasuk tim dari Kukar, Kutai Timur, Kutai Barat, Samarinda, dan daerah lainnya.

Panitia menyiapkan total hadiah sebesar Rp108 juta. Juara pertama akan menerima Rp60 juta, juara kedua Rp25 juta, juara ketiga Rp15 juta, dan juara keempat Rp8 juta. (fjr)