Tahun Ini Pemkot Samarinda Bangun Pasar Khusus untuk Warga Dayak Berjualan

Tahun Ini Pemkot Samarinda Bangun Pasar Khusus untuk Warga Dayak Berjualan
Wali Kota Samarinda Andi Harun saat menerima audiensi tokoh masyarakat dan juga Ketua Lembaga Adat Dayak Kenyah Desa Budaya Pampang, di Ruang Prioritas Anjungan Karamumus Balaikota, Selasa (31/5/2022). (Diskominfo Samarinda)

SAMARINDA – Tahun ini Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda membangun pasar baru di Jalan PM Noor. Pasar ini akan dikhususkan bagi warga Dayak berjualan.

“Itu pasar khusus untuk warga Dayak yang berjualan. Pasar Dayak yang ada di pinggir Jalan PM Noor itu termasuk Pasar Subuh akan kami pindah di sana agar menjadi satu,” beber Wali Kota Samarinda Andi Harun saat menerima audiensi tokoh masyarakat dan juga Ketua Lembaga Adat Dayak Kenyah Desa Budaya Pampang, di Ruang Prioritas Anjungan Karamumus Balaikota, Selasa (31/5/2022).

“Pasarnya akan jauh lebih bagus dan lebih bermartabat daripada saat ini yang kita lihat di pinggir jalan PM Noor terlihat tidak bagus dan kumuh. Itulah kira-kira di antara sebagian yang bisa saya kontribusikan kepada warga Dayak,” tambahnya.

Baca Juga  Transisi Masa Pandemi, Pemkab Kutim Terus Dorong Berbagai Kegiatan di 2022

Dalam pertemuan itu Andi Harun juga membicarakan banjir yang terjadi di Desa Budaya Pampang. Orang nomor satu di Kota Tepian itu mengatakan tahun ini bakal membangun kolam retensi antara Sungai Siring dan Pampang. Namun dia meminta untuk bersabar karena proses pengerjaannya memakan waktu satu tahun.

Ketua Lembaga Adat Dayak Kenyah Desa Budaya Pampang Esrom Palan mengatakan, pihaknya bermaksud mengundang orang nomor satu di Kota Samarinda dalam rangka acara syukuran pasca panen dan perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Desa Budaya Pampang yang ke-49 pada tanggal 23 Juni 2022 sampai 26 Juni 2022 di Halaman Lamin Pemung Tawai Desa Budaya Pampang.

Baca Juga  Rembuk KTNA 2025, Kukar Tegaskan Peran sebagai Lumbung Pangan Kaltim

“Ada wacana kami ingin mengundang juga Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno. Namun untuk syarat mengundang Menteri harus ada tanda tangan dari Wali Kota, jadi sebelum undangan dibuat kami meminta ijin Wali Kota berkenan nantinya memberikan tanda tangannya,” ucap Soleman Kali selaku Ketua Panitia Penyelenggara.

Wali Kota merespon baik kegiatan tersebut. Apabila tidak ada agenda diluar Kota. Dia memastikan dirinya akan hadir pada acara tersebut. (man)