KUTAI KARTANEGARA – Rembuk Utama Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Nasional 2025 resmi dibuka di Halaman Kantor Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Sabtu (20/9/2025). Agenda ini merupakan lanjutan dari Expo KTNA yang sudah digelar sehari sebelumnya.
Acara dihadiri Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji dan Bupati Kukar Aulia Rahman Basri, serta sambutan khusus dari Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman yang hadir secara daring.
Bupati Kukar Aulia Rahman Basri mengatakan, Rembug KTNA menjadi ruang penting bagi petani dan nelayan untuk berkolaborasi, bertukar pendapat, hingga transfer teknologi. Menurutnya, momentum ini diharapkan bisa berdampak langsung pada peningkatan produktivitas sektor pertanian dan perikanan.
“Kita berharap dengan rembuk ini akan terjadi kolaborasi, tukar pendapat, transfer teknologi, transfer informasi antar petani dan nelayan. Sehingga produktivitas mereka bisa semakin meningkat,” ujarnya saat diwawancarai usai pembukaan Rembuk KTNA.
Aulia menegaskan, Kukar memiliki posisi strategis dalam ketahanan pangan Kaltim. Data menunjukkan, sekitar 46 persen luas sawah di Kaltim berada di Kukar. Bahkan, produksi gabah kering giling daerah ini mencapai 48 persen dari total produksi provinsi.
“Artinya, hampir separuh produksi padi Kaltim ditopang oleh Kutai Kartanegara. Ini yang menegaskan Kukar sebagai salah satu lumbung pangan utama,” terangnya.
Lebih jauh, Bupati Kukar tersebut menyoroti pentingnya hilirisasi sektor pertanian di wilayahnya. Selama ini, sektor hulu dianggap sudah cukup kuat, namun pemerintah daerah kini tengah berupaya mendorong pengembangan industri hilir.
“Kita ingin dengan adanya proses hilirisasi, harga produk bisa lebih terjaga, nilai tambahnya meningkat, dan tentu akan berdampak positif pada PDRP Kutai Kartanegara,” tegasnya. (fjr)












