KUKAR IDAMAN SEP 26

Sekda PPU Minta Semua Pihak Terus Kampanyekan Larangan Membakar Lahan

Sekda PPU Minta Semua Pihak Terus Kampanyekan Larangan Membakar Lahan
Sekda PPU mengimbau larangan membakar lahan terus dikampanyekan. (diskominfo)

PENAJAM PASER UTARA – Sekretaris Daerah (Sekda) Penajam Paser Utara (PPU) Tohar mengingatkan semua pihak untuk terus mengampanyekan larangan membakar lahan. Baik untuk kepentingan perkebunan maupun kegiatan pembersihan lahan dan pekarangan, terutama saat memasuki musim kemarau.

Imbauan ini diberikan dalam rangka mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Dia menilai, sebagian kejadian kebakaran hutan dan lahan bermula dari aktivitas masyarakat yang menggunakan cara pembakaran untuk membersihkan lahan. 

Namun, kondisi tersebut justru berpotensi menyebabkan api semakin meluas dan sulit dikendalikan.

Baca Juga  Legislator Samarinda Ungkap Belum Ada Penjelasan Spesifik Target RTH

“Karena beberapa kejadian, Bapak dan Ibu sekalian, sebetulnya berawal dari perilaku kita. Kemudian, kita mengambil langkah pengamanan dengan cara pembakaran, tetapi akhirnya kebakaran justru semakin menjadi,” jelas Tohar dalam acara sinergi, kolaborasi, dan koordinasi dalam upaya penanggulangan karhutla, Kamis (8/10/2026).

Selain persoalan Karhutla, Sekda Tohar juga menekankan pentingnya pengawasan dan penguatan cadangan pangan daerah sebagai salah satu langkah menjaga ketahanan pangan sekaligus mendukung pengendalian inflasi. Menurutnya, ketersediaan cadangan pangan perlu terus diperkuat dan ditambah dari waktu ke waktu sehingga pemerintah daerah memiliki kesiapan dalam menghadapi berbagai kondisi yang bersifat mendesak.

Baca Juga  Antisipasi Lonjakan Pengunjung, Otorita IKN Perketat Pengamanan

“Cadangan pangan daerah ini kalau bisa ditambah terus dari waktu ke waktu agar kita memiliki ketahanan dan kesiapan dalam menghadapi situasi apa pun yang bersifat urgent,” ucapnya.

Tohar menambahkan, sinergi antara pemerintah daerah, Bank Indonesia, perangkat daerah, dan seluruh pemangku kepentingan menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas daerah. Kolaborasi tersebut diharapkan tidak hanya berfokus pada penanganan Karhutla dan pengendalian inflasi, tetapi juga mendorong peningkatan produktivitas sektor pangan serta pemahaman masyarakat terhadap berbagai kebijakan dan program pemerintah. (xl)