KUKAR IDAMAN SEP 26

Disbun Kukar Sebut Harga Sawit Petani Swadaya Mulai Kembali Normal

Disbun Kukar Sebut Harga Sawit Petani Swadaya Mulai Kembali Normal
Kepala Disbun Kukar Muhammad Taufik saat diwawancara. (Komparasinews/Habib Fajar)

KUTAI KARTANEGARA – Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mulai menguat setelah sempat turun hingga Rp2.600–Rp2.700 per kilogram pada kelompok petani swadaya. Kini, harga TBS kembali berada di kisaran Rp3.600 per kilogram.

Kepala Dinas Perkebunan (Disbun) Kukar Muhammad Taufik mengatakan penurunan harga sebelumnya lebih dirasakan petani swadaya yang tidak bermitra dengan perusahaan.

“Yang swadaya itu sempat turun, terutama sampai di angka Rp2.600–Rp2.700, namun saat ini harga sudah mulai kembali normal,” ujarnya di Tenggarong, Jumat (16/10/2026).

Baca Juga  Pembekalan dan Tingkatkan Kompetensi, Orientasi Anggota DPRD Kukar Sukses Digelar

Menurut Taufik, kondisi harga TBS petani yang bermitra dengan perusahaan cenderung lebih stabil. Hal ini karena penetapan harganya mengikuti mekanisme yang ditetapkan pemerintah provinsi.

“Pantauan kami harga kemitraan itu tidak anjlok seperti harga yang di luar kemitraan,” katanya.

Taufik menjelaskan, pergerakan harga TBS berkaitan erat dengan dinamika pasar minyak kelapa sawit mentah atau crude palm oil (CPO).

Kebijakan ekspor dan impor menjadi salah satu faktor yang dapat memengaruhi harga CPO, kemudian berdampak pada harga TBS yang diterima petani.

Baca Juga  Insentif Guru Ngaji hingga Marbot di Kukar Mulai Disalurkan Tahun Depan

Taufik menegaskan, pemerintah daerah berkepentingan menjaga keberlanjutan sektor perkebunan, termasuk mendukung iklim investasi yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Kalau apa-apa yang kita lakukan dalam rangka mendorong investasi ini ya tentu itu dalam rangka mendorong perbaikan harga juga peningkatan pendapatan masyarakat, pendapatan petani,” jelasnya.

Disbun Kukar terus mencermati perkembangan harga TBS sebagai salah satu faktor yang memengaruhi pendapatan petani.

Penguatan harga diharapkan dapat mendukung keberlangsungan usaha perkebunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang bergantung pada komoditas sawit. (fjr/adv)