KUKAR IDAMAN SEP 26

Wabup Kukar Dorong Penguatan Peralatan Pemadam dan Dukungan Relawan

Wabup Kukar Dorong Penguatan Peralatan Pemadam dan Dukungan Relawan
Wakil Bupati Kukar Rendi Solihin. (Komparasinews/Habib Fajar)

KUTAI KARTANEGARA – Wakil Bupati (Wabup) Kutai Kartanegara (Kukar) Rendi Solihin menekankan pentingnya kesiapan sarana dan prasarana pemadam kebakaran. Serta dukungan terhadap relawan untuk mempercepat penanganan kebakaran di daerah.

Menurutnya, ketersediaan peralatan yang memadai, pelatihan, perlindungan relawan, hingga kesiapan operasional perlu menjadi perhatian pemerintah daerah. Dukungan tersebut dinilai penting agar petugas dan relawan dapat bertindak cepat ketika kebakaran terjadi.

“Peralatan harus memadai dan para relawan harus didukung,” kata Rendi, Ahad (18/10/2026).

Dia meminta organisasi perangkat daerah (OPD) teknis memperhatikan kebutuhan tersebut dalam perencanaan dan penganggaran daerah. Termasuk dukungan bagi Barisan Sukarelawan Kebakaran (Balakarcana).

Baca Juga  Utang ke Bankaltimtara Baru Terbayar Rp260 M, Pemkab Kukar Optimistis Lunas Tepat Waktu

Rendi menilai kesiapan petugas dan relawan menjadi salah satu faktor penting dalam meminimalkan dampak kebakaran. Karena itu, penguatan kapasitas penanganan darurat perlu berjalan beriringan dengan upaya pencegahan.

Tragedi kebakaran di Tenggarong yang merenggut nyawa seorang ayah dan dua anaknya menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana. “Keselamatan jiwa masyarakat harus menjadi fokus kita hari ini,” tegasnya.

Selain memperkuat sarana pemadam, Rendi meminta OPD teknis dan para camat meningkatkan upaya pencegahan kebakaran di wilayah masing-masing. Koordinasi perlu dilakukan bersama pemerintah kecamatan, kelurahan, hingga pengurus rukun tetangga (RT).

Baca Juga  Tunggu Keputusan Resmi dari Pusat, Pemkab Kukar Sebut Siap Terapkan WFH ASN

Dia mendorong pengaktifan kembali sistem keamanan lingkungan (siskamling), patroli malam, serta mitigasi bencana hingga tingkat permukiman. Edukasi kepada masyarakat juga perlu ditingkatkan, terutama mengenai potensi kebakaran akibat instalasi listrik, penggunaan kompor, dan sumber risiko lainnya di lingkungan tempat tinggal.

Menurut Rendi, pemerintah tidak boleh hanya bergerak setelah musibah terjadi. Pencegahan, kesiapan peralatan, dan keterlibatan masyarakat harus diperkuat untuk mengurangi risiko serta melindungi keselamatan warga.

“Jangan menunggu musibah terjadi baru kita bergerak. Setiap menit sangat berarti dan setiap nyawa harus kita lindungi,” tegasnya. (fjr/adv)