KUTAI KARTANEGARA – Ribuan warga memadati Lapangan Sepak Bola Gajah Mada, Desa Muara Muntai Ilir, Ahad (31/7/2022). Untuk mengikuti tradisi pergelaran beseprah memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-123 Kecamatan Muara Muntai, Kutai Kartanegara (Kukar).
Dibuka langsung Asisten I Setkab Kukar Akhmad Taufik Hidayat, pelaksanaan tradisi ini berlangsung sederhana. Beseprah yang dilakukan yakni para warga maupun tamu undangan duduk bersila lesehan di lantai sambil makan di atas daun tanpa membedakan pangkat dan jabatan.
Membacakan sambutan Bupati Edi Damansyah, Taufik mengatakan bahwa Pemkab Kukar memberikan penghargaan kepada Kecamatan Muara Muntai. Yang telah bertekad menjaga budaya dan adat istiadat yang diajarkan leluhur. Khususnya dalam merawat dan menjaga lingkungan agar tidak hilang tergerus waktu.
Taufik berpesan agar masyarakat setempat bisa terus melestarikan budaya dan mengenalkannya kepada generasi muda. Tentunya keterlibatan masyarakat sangat penting dalam menyukseskannya seperti beseprah.
“Masyarakat yang terlibat langsung bisa mendapatkan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. Yakni sebagai wujud rasa syukur kepada sang khalik atas limpahan rahmat-Nya,” ujar Taufik.
Taufik mengatakan, dengan makan beseprah dapat menumbuhkan kebersamaan tanpa adanya perbedaan. Begitu pun dalam membangun Kecamatan Muara Muntai, diperlukan adanya kebersamaan dan saling bahu-membahu demi kebaikan.
“Semoga acara ini bisa terus dilakukan dan menjadi tradisi di sini, tanpa membedakan satu sama lain menyantap hidangan yang sama duduk bersama-sama sembari berbincang,” sebutnya.
Kegiatan ini juga sejalan salah satu misi utama Pemkab Kukar, yakni meningkatkan pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) berakhlak mulia, unggul dan berbudaya. Mengingat beseprah merupakan tradisi suku adat Kutai, penduduk asli di Kukar.
Tradisi ini pun merupakan kekayaan budaya masyarakat Kutai, karena dahulunya diselenggarakan Sultan jika datang ke kecamatan makan bersama rakyatnya.
Menurut Taufik, kegiatan masyarakat yang dilandasi nilai- nilai agama, budaya dan adat istiadat seperti kegiatan beseprah sudah sewajarnya menjadi acara yang dapat dipelihara dan dilestarikan.
“Juga diharapkan dapat mendorong menjadi bagian agenda seni dan budaya yang bernilai, hingga memberikan dampak bagi pertumbuhan aktivitas pariwisata daerah,” pungkasnya. (zu)












