Ratusan Napi Lapas Bontang Dapat Remisi, Wali Kota: Sebagai Motivasi

Ratusan Napi Lapas Bontang Dapat Remisi, Wali Kota Pesan Begini
Penyerahan remisi oleh Wali Kota Bontang Basri Rase kepada napi Lapas Bontang. (PPID Bontang)

BONTANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang turut memberikan remisi bagi warga winaan atau narapidana (napi) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Bontang. Dalam Rangka Memperingati HUT ke-77 Kemerdekaan RI.

Upacara Pemberian Remisi yang digelar pada Selasa (16/8/22), yang dipimpin Wali Kota Bontang Basri Rase. Dia menjelaskan pemberian remisi kepada warga binaan pemasyarakatan merupakan sebuah bentuk apresiasi dan penghargaan bagi warga binaan pemasyarakatan. Yang telah berkomitmen mengikuti program-program pembinaan yang diselenggarakan oleh unit pelaksana teknis pemasyarakatan dengan baik dan terukur.

Baca Juga  Wali Kota Minta Perusahaan Dilibatkan dalam Rencana Tenaga Kerja Bontang

”Bagi seluruh warga binaan yang mendapatkan remisi hari ini, manfaatkan momen ini sebagai motivasi untuk tetap berperilaku baik, taat aturan dan tetap mengikuti program pembinaan dengan tekun dan bersungguh-sungguh,” tutur Basri.

Orang nomor satu di Kota Taman itu juga mengucapkan selamat kepada seluruh warga binaan pemasyarakatan yang telah mendapatkan remisi.

“Bagi warga binaan pemasyarakatan yang mendapatkan remisi sekaligus memperoleh kebebasan, saya mengucapkan selamat merajut tali persaudaraan di tengah keluarga dan kebersamaan di lingkungan masyarakat. Jadilah insan dan pribadi yang baik dan hiduplah dalam tata nilai kemasyarakatan yang baik serta taat hukum,” sambungnya.

Baca Juga  Wagub Kaltim Ingatkan Setiap Guru Harus Punya Tiga M, Apa Saja?

Diketahui terdapat sebanyak 830 Warga Binaan Pemasyarakatan Lapas Kelas II A Bontang yang terdiri dari umum maupun anak telah mendapatkan remisi. Sebelas orang di antaranya langsung bebas dan 10 orang harus menjalani masa subsider atau hukuman pengganti denda.

Adapun kasus yang menerima remisi adalah kasus narkotika sebanyak 543 orang, perlindungan anak 126, pencurian 52, pembunuhan 40 orang, kasus penggelapan 18 orang, korupsi 1 dan kasus lainnya 50 orang. (xl)