Ansor Banser Bersholawat, Momentum Gerakan Kemandirian Pemuda NU Kukar

Ansor Banser Bersholawat, Momentum Gerakan Kemandirian Pemuda NU Kukar
Acara Ansor Banser Bersholawat di Halaman Pendopo Bupati Kukar, Tenggarong. (fajar/komparasinews)

MERIAH dan penuh khidmat. Itulah suasana kegiatan Ansor Banser Bersholawat yang digelar oleh Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kecamatan Tenggarong pada Ahad (27/7/2025) malam di halaman Pendopo Bupati Kutai Kartanegara (Kukar).

Dihadiri ratusan anggota Ansor-Banser dan masyarakat umum, kegiatan ini menghadirkan lantunan sholawat dan tausiyah dari para ulama, seperti KH Muhammad Askin Bahar, KH Ahmad Ulil Abshar, KH Lukman Hakim, dan Gus Muhammad Chaqqun An Nazili.

Ketua PC GP Ansor Kukar Desman Minang Endianto menyebut, kegiatan ini digelar tidak hanya sebagai kegiatan religius, tetapi juga sebagai wujud penguatan organisasi yang berkarakter, mandiri, dan berbasis potensi lokal.

“Alhamdulillah, saat ini sudah terbentuk 11 PAC di Kukar, termasuk dari Loa Kulu, Tenggarong Seberang, dan Muara Jawa. Mudah-mudahan sebelum masa khidmat saya berakhir, kita bisa bentuk 20 PAC,” ujar Desman.

Baca Juga  Polres Kukar Siagakan Pengamanan Terpadu di Ratusan Gereja Selama Natal 2025

Dia menegaskan, semangat kebersamaan dan rasa persaudaraan di antara kader menjadi fondasi penting untuk memperluas gerakan Ansor di tingkat kecamatan. Bahkan menurutnya, PAC Tenggarong mendorong model pengorganisasian berbasis kemandirian, bukan instruksi semata.

“Kami tidak pernah melakukan intervensi. Yang kami harapkan adalah gerakan dari bawah, inisiatif dan kemandirian dari anak cabang itu sendiri,” tegasnya.

Kemandirian yang dimaksud Desman bukan hanya soal pembiayaan kegiatan, tetapi juga dalam pengambilan keputusan dan penyesuaian program dengan konteks wilayah masing-masing. Dia menilai, setiap kecamatan di Kukar memiliki potensi tersendiri yang dapat diolah menjadi kekuatan sosial-keagamaan dan pemberdayaan pemuda.

Baca Juga  Pawai Ogoh-Ogoh Tenggarong Jadi Potret Toleransi di Tengah Ramadan

“Dalam setiap diskusi, kami selalu mendorong PAC untuk bergerak berdasarkan kekuatan dan karakter lokal. Karena setiap daerah punya potensi yang berbeda,” ujarnya.

Gerakan GP Ansor yang berakar pada nilai-nilai keislaman Ahlussunnah wal Jama’ah dan semangat kebangsaan, menurut Desman, harus mampu menyesuaikan dengan kebutuhan masyarakat. Sehingga tidak hanya eksis secara struktural tetapi juga hadir secara sosial.Saat ini, dari 20 kecamatan di Kukar, baru 11 PAC GP Ansor yang terbentuk.

Desman berharap geliat organisasi ini segera merambah ke seluruh wilayah, bukan sekadar pemenuhan struktur, tetapi sebagai sarana kaderisasi dan penguatan gerakan di level akar rumput.

Baca Juga  Porprov Kaltim Siap Digelar Bulan November di Paser

“Kami menunggu gerakan dari PAC di luar Tenggarong. Semangat itu harus terus menjalar ke semua cabang,” pungkasnya. (fjr)