KUTAI KARTANEGARA — Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Aulia Rahman Basri mempersilakan para pejabat untuk mundur apabila tak sanggup kerja. Peringatan itu disampaikan saat melantik 16 pejabat administrator, pengawas, pejabat tinggi pratama, dan fungsional di Pendopo Bupati Kukar, Jumat (8/5/2026).
Dalam sambutannya, Aulia menegaskan bahwa jabatan bukan hadiah. Melainkan amanah yang harus dibayar melalui kerja nyata kepada masyarakat.
“Kami menjamin, naiknya jabatan Bapak-Ibu sekalian, tidak ada satupun kompensasi yang kami harapkan selain pengabdian kepada masyarakat,” tuturnya.
Aulia juga mengingatkan bahwa masa efektif pemerintahan saat ini hanya tersisa sekitar empat tahun. Sehingga seluruh aparatur diminta bergerak cepat menjalankan program pembangunan.
Menurutnya, tidak ada ruang bagi ASN yang tidak serius bekerja atau hanya menikmati fasilitas jabatan.
“Kalau Bapak-Ibu sekalian tidak sanggup untuk jadi piawai, silakan lambaikan tangan dan mengundurkan diri. Jangan menjadi beban untuk organisasi pemerintah daerah Kukar,” ujar Aulia.
Dirinya tidak akan menoleransi aparatur yang hanya ingin dilayani tanpa memberikan pelayanan kepada masyarakat.
“Saya tidak akan menolerir pegawai-pegawai yang hanya mau dilayani. Tugas kita sekarang adalah bagaimana kita melayani masyarakat,” sambung Aulia.
Dia juga meminta pejabat di wilayah kecamatan maupun perangkat daerah lebih aktif turun ke lapangan. Menurut Aulia, masyarakat kini semakin kritis dan ingin melihat langsung kerja pemerintah, bukan hanya hasil pembangunan.
“Masyarakat sekarang sudah sangat melek dengan kerja-kerja kita. Mereka ingin melihat kerja-kerja pemerintah secara langsung,” katanya.
Selain itu, Aulia menyinggung pentingnya fleksibilitas dalam dokumen perencanaan pembangunan daerah. Dia menilai perencanaan harus dapat disesuaikan dengan kebutuhan riil masyarakat.
“Dokumen perencanaan kita bukanlah kitab suci yang tidak bisa diubah dan kita bisa ubah jika tidak sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” tutup Aulia.
Dalam pelantikan tersebut, sejumlah pejabat yang menempati posisi strategis di antaranya Muhammad Irianto sebagai Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setkab, Slamet Adi Raharjo sebagai Kepala Dinas Pertanahan dan Penataan Ruang, serta Ismi Mufida sebagai Kepala Dinas Kesehatan.
Selain itu, Mauris Silalahi juga dilantik sebagai Direktur Utama RSUD Aji Muhammad Parikesit bersama sejumlah pejabat lainnya di lingkungan Pemkab Kukar. (fjr)












