KUTAI KARTANEGARA – Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Edi Damansyah menargetkan masalah air bersih selesai di 2023. Target ini diungkapkan saat memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Peningkatan Layanan Air Bersih dan Pengelolaan Sampah di Kukar, di Kantor Bupati, Tenggarong, Kamis (28/7/2022) sore.
Dalam rakor yang dihadiri 18 camat tersebut, Edi meminta jajarannya untuk memetakan persoalan sampah dan TPA-nya.
“Pemkab Kukar ada rencana pembuatan tujuh TPA baru di kecamatan-kecamatan,” ucapnya.
Sedang untuk urusan air bersih, orang nomor satu di Kota Raja ini juga bersikap tegas. Setidaknya ada 21 persen penduduk yang belum menikmati air bersih. Dirinya menargetkan persoalan ini selesai di 2023 mendatang.
Dalam diskusi itu, Camat Kembang Janggut Tego Juwono menyampaikan di wilayahnya belum memiliki Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah. Untuk itu dirinya berharap pembangunan TPA yang sudah direncanakan pemerintah bisa segera terealisasikan.
Kebutuhan TPA di Kembang Janggut saat ini sangat diperlukan. Ada tiga wilayah yang mesti didirikan TPA untuk menampung sampah.
“Kalau rencana kita, satu TPA di pusat kecamatan, satu lagi di Kembang Janggut Seberang dan satu TPA lagi di wilayah Kembang Janggut Hulu,” jelas Tego.
Tak hanya soal belum adanya TPA sampah, dia juga mendata kesulitan air bersih masih dialami masyarakatnya di tujuh desa berada dalam Kecamatan Kembang Janggut. Masyarakat selama ini masih mengandalkan aliran air sungai tanpa dikelola langsung ke dapur rumah.
“Ada sekira tujuh desa yang belum nikmati air bersih. Jika ingin membangun IPA, sumber airnya sudah ada di Desa Pulau Pinang,” sebut Tego. (xl)












