
SAMARINDA – Persoalan kesejahteraan tenaga pendidik dan kependidikan Kota Samarinda masih jadi pekerjaan rumah pemerintah yang tak boleh diabaikan. Guru dan tenaga kependidikan (GTK) pun terus memperjuangkan kenaikan kesejahteraan mereka melalui perwakilan mereka di DPRD Kota Samarinda.
Diungkap Ketua Komisi IV DPRD Samarinda Sri Puji Astuti, pihaknya sangat mendukung adanya peningkatan kesejahteraan GTK melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Samarinda. Namun persoalannya saat ini anggaran yang tersebut belum mampu menopang harapan tersebut.
Hal itu diketahui Puji setelah banyak berdiskusi dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Kota Samarinda menjelang pengesahan APBD 2023 mendatang. Secara keseluruhan anggaran untuk menaikkan insentif guru cukup besar dengan jumlah penerima mencapai 7.421 orang.
“Karena kenaikan dari yang diinginkan oleh teman teman pendidik itu TPP (Tambahan Penghasilan Pegawai) itu Rp 1,7 juta. Tapi kita dikunci dengan kata-kata sesuai kemampuan keuangan daerah itu sesuai aturan yang ada,” jelas Anggota Badan Anggaran (Banggar) Kota Samarinda ini.
Karena itu, Puji berharap para GTK mau memahami kondisi keuangan daerah. Terlepas dari itu, sebagai perwakilan rakyat Puji tetap akan mengusulkan kenaikan insentif bagi seluruh GTK.
“Semoga ada sisa anggaran, jadi kami akan terus dorong itu bersama Dinas Pendidikan Samarinda,” tutup Politisi Demokrat ini. (ded)












