KUKAR IDAMAN SEP 26

Diangkat dari Kisah Nyata, Legislator Kukar Rampungkan Film “Penyambung Lidah Rakyat”

Diangkat dari Kisah Nyata, Legislator Kukar Rampungkan Film “Penyambung Lidah Rakyat”
Anggota DPRD Kukar Rahmat Dermawan saat diwawancarai soal film dokumenter “Penyambung Lidah Rakyat”. (fajar/komparasinews)

KUTAI KARTANEGARA – Anggota Komisi II DPRD Kutai Kartanegara (Kukar) Rahmat Dermawan, merampungkan sebuah film dokumenter berjudul “Penyambung Lidah Rakyat”. Karya yang lahir dari proses produksi panjang berbasis dokumentasi aktivitasnya selama satu tahun menjabat.

Film tersebut tidak dibuat secara tiba-tiba. Sejak awal masa kampanye hingga setahun bertugas di legislatif, tim relawan Rahmat merekam hampir seluruh aktivitas turun lapangan, pertemuan warga, pengawalan program, hingga diskusi kebijakan. 

“Prosesnya tidak mudah. Tim kami menyeleksi banyak sekali footage kegiatan. Dari situ kami melihat ada alur cerita yang kuat dan layak diangkat,” ujar Rahmat saat diwawancarai di Sekretariat DPC PDI Perjuangan, Selasa (3/3/2026).

Baca Juga  Jokowi Sebut Indonesia Butuh Pemimpin Konsisten untuk Melompat Maju

Film itu memadukan gaya dokumenter observasional dan naratif. Selain menampilkan perjalanan kerjanya, film ini juga menyertakan rekaman wawancara, testimoni warga, hingga potongan perjalanan ke kampung-kampung pesisir.

Rahmat mengungkapkan, sebagian pengambilan gambar dilakukan secara organik tanpa skenario. Inilah yang menurutnya membuat keaslian cerita lebih terasa.

“Banyak adegan yang terekam apa adanya, karena kamera hampir selalu menyertai saya. Itu yang membuat film ini jujur,” katanya.

Proses penyuntingan menjadi fase terlama. Tim produksi harus menata ulang alur cerita agar tidak sekadar menyusun dokumentasi, tetapi mampu menggambarkan dinamika keputusan politik dan interaksi dengan masyarakat secara utuh.

Selain kisah kerja legislatif, film ini juga menggali latar belakang Rahmat, termasuk masa kecilnya di keluarga pedagang dan petani. Unsur ini dipilih untuk menguatkan narasi bagaimana perspektif keberpihakan terbentuk.

Baca Juga  Kebakaran Besar di Tenggarong, DPRD Kukar Dorong Pembenahan Fasilitas Pemadam

Rahmat menyebut film ini bukan film kampanye, tetapi medium pertanggungjawaban publik yang dikemas kreatif. Ia ingin cara ini menjadi contoh baru bagaimana wakil rakyat membuka kinerjanya secara transparan.

“Film ini bukan soal saya, tapi soal cerita bagaimana amanah dijalankan. Saya ingin publik melihat prosesnya secara langsung,” tegasnya.

Trailer Penyambung Lidah Rakyat telah dirilis. Jadwal pemutaran tengah disiapkan usai Lebaran di empat kecamatan daerah pemilihannya yakni Samboja, Muara Jawa, dan Sanga-Sanga. Pemutaran akan melibatkan warga, tokoh masyarakat, pemuda, hingga kelompok komunitas.

Baca Juga  Ramai-Ramai Dirikan Kampus di Lokasi IKN, Deni Hakim: Memudahkan Pendidikan Tinggi

Ia berharap film tersebut tidak hanya menjadi dokumentasi politik, tetapi juga ruang edukasi bagi generasi muda tentang proses pemerintahan dan nilai integritas dalam memegang amanah. (fjr)