Dispora Kukar dan PELTI Siapkan Langkah Nyata Kembangkan Tenis ke Daerah Hulu

Foto: Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) Aji Ali Husni. (fajar/komparasinews)

KUTAI KARTANEGARA – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) berupaya memperluas pembinaan olahraga tenis hingga ke wilayah hulu. Upaya ini dilakukan untuk mengatasi ketimpangan kegiatan olahraga yang selama ini masih terpusat di beberapa kecamatan tertentu.

Kepala Dispora Kukar Aji Ali Husni mengatakan sejumlah wilayah seperti Muara Badak dan Sangasanga menjadi daerah yang cukup aktif dalam kegiatan tenis, sebagian besar karena adanya dukungan perusahaan di sekitar wilayah tersebut.
Namun di sisi lain, wilayah hulu seperti Kota Bangun dinilai memiliki potensi besar yang belum tergarap secara maksimal.

“Daerah hulu sebenarnya punya potensi besar untuk pengembangan tenis. Hanya saja, belum ada kesempatan dan fasilitas yang memadai untuk mendukung pembinaannya,” ujar Aji Ali, Jumat (7/11/2025).

Baca Juga  Kukar Ditunjuk sebagai Daerah Pendukung Bulan Pengurangan Risiko Bencana

Untuk menjawab tantangan tersebut, Persatuan Lawn Tennis Indonesia (PELTI) Kukar dikabarkan telah menyusun langkah strategis guna memperluas pembinaan tenis ke daerah-daerah yang selama ini belum tersentuh.

Organisasi ini menargetkan agar pembinaan tenis tidak hanya berfokus di kota, tetapi juga melibatkan masyarakat dan pelajar di tingkat kecamatan.

Dispora Kukar turut memberikan dukungan nyata melalui renovasi lapangan tenis milik pemerintah daerah dan membuka akses penggunaan lapangan tenis DPRD Kukar untuk kegiatan masyarakat.

Selain itu, Dispora mendorong PELTI agar memperbanyak kegiatan sosialisasi dan pelatihan dasar tenis bagi kalangan pelajar.

Baca Juga  DPRD Kaltim Sebut Raperda Pajak dan Retribusi Daerah Masuk Finalisasi Draf

Menurut Aji Ali, hambatan utama dalam pengembangan olahraga ini adalah keterbatasan fasilitas dan perlengkapan dasar seperti raket dan bola tenis yang relatif mahal. Kondisi tersebut membuat olahraga ini belum sepenuhnya menjangkau masyarakat umum.

“Kalau mau mencari bibit atlet, fasilitas dasarnya harus tersedia lebih dulu. Banyak anak sebenarnya berminat, tetapi terbentur biaya perlengkapan. Ini yang perlu kita cari solusinya bersama,” jelasnya.

Ia berharap program pembinaan tenis ke depan tidak hanya mencetak atlet berprestasi, tetapi juga memperluas minat masyarakat agar tenis menjadi olahraga yang digemari di berbagai lapisan.

Baca Juga  Wabup Kukar Serahkan Bantuan untuk Pembudidaya Rumput Laut di Samboja

“Yang terpenting sekarang, bagaimana tenis bisa lebih dikenal dan diminati masyarakat. Kalau sejak dini anak-anak sudah akrab dengan olahraga ini, maka pembinaan berjenjang akan berjalan lebih kuat,” pungkasnya. (adv/zu)