Dispora Kukar Perkuat Ekosistem Wirausaha Muda Lewat Klinik WPM

Foto: Kabid Kepemudaan dan Kewirausahaan Dispora Kukar Derry Wardhana. (fajar/komparasinews)

KUTAI KARTANEGARA – Semangat wirausaha di kalangan pemuda Kutai Kartanegara (Kukar) terus meningkat. Untuk mendukung perkembangan tersebut, Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kukar menghadirkan program Klinik Wirausaha Pemuda Mandiri (WPM) sebagai pusat pembinaan dan pendampingan pelaku usaha muda.

Kepala Bidang Kepemudaan dan Wirausaha Dispora Kukar Derry Wardana mengatakan Klinik WPM dirancang untuk membantu pemuda yang baru merintis usaha, mulai dari pelatihan, pendataan kebutuhan, hingga pemberian bantuan alat usaha secara tepat sasaran.

“Program ini hadir agar anak muda tidak berjalan sendiri. Kami dampingi dari tahap awal sampai mereka siap mengembangkan usaha,” ujarnya, Jumat (14/11).

Baca Juga  Bentuk Implementasi SPBE, Diskominfo Kukar Luncurkan Lobi-Ku

Sebelum menerima bantuan, peserta wajib mengikuti proses registrasi dan pembinaan. Pendekatan ini diterapkan agar Dispora dapat memastikan setiap alat yang diberikan sesuai kebutuhan dan kapasitas usaha masing-masing.

“Setiap pelaku usaha punya karakter dan kebutuhan berbeda. Karena itu, bantuannya tidak bisa disamaratakan,” jelas Derry.

Ia mencontohkan, pelaku usaha kopi sektor yang kini berkembang pesat di Kukar akan menerima bantuan sesuai skala bisnisnya.

Mulai dari mesin roasting, grinder, hingga coffee maker disesuaikan dengan kemampuan produksi dan kesiapan pengelolaan usaha.

Baca Juga  Pencatatan Sipil di Kaltim Sudah Baik, Pj Gubernur Sebut Perlu Ada Klarifikasi Data

Selain penyaluran alat, Klinik WPM juga berfungsi sebagai ruang diskusi dan konsultasi bagi peserta.

Melalui forum ini, pelaku usaha muda dapat mencari solusi atas kendala bisnis serta membangun jejaring dengan pengusaha lainnya.

“Forum ini kami desain agar peserta bisa belajar bersama dan saling bertukar pengalaman,” kata Derry.

Klinik WPM menjadi bagian dari dukungan Dispora terhadap misi “Kukar Siap Kerja” yang dicanangkan Pemkab Kutai Kartanegara. Program ini diharapkan mampu mencetak wirausaha muda yang mandiri, produktif, dan berdaya saing hingga tingkat nasional.

“Harapan kami, pemuda Kukar bisa menjadi pelaku utama dalam ekonomi kreatif dan UMKM daerah, bukan sekadar penonton,” harap Derry. (adv/fjr)