KUTAI KARTANEGARA – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) terus memperluas jangkauan pembangunan dan pembinaan olahraga hingga ke pelosok daerah.
Langkah ini menjadi bagian dari komitmen pemerataan akses dan peningkatan kualitas sarana olahraga di seluruh wilayah, termasuk kawasan hulu yang memiliki keterbatasan lahan dan infrastruktur.
Kepala Dispora Kukar Aji Ali Husni menjelaskan bahwa wilayah hulu memiliki karakteristik geografis yang unik dengan dominasi perairan. Kondisi tersebut membuat masyarakat setempat berinovasi membangun lapangan olahraga berbahan kayu ulin agar tetap bisa beraktivitas fisik.
“Di beberapa kecamatan hulu, warga membuat lapangan olahraga berbahan kayu ulin karena keterbatasan lahan padat. Melihat semangat itu, kami ikut mendukung melalui bantuan pembangunan fasilitas yang disesuaikan dengan kondisi daerah,” ujarnya, Kamis (6/11/2025).
Salah satu contoh nyata dukungan tersebut terlihat di Desa Muara Enggelam, di mana Dispora Kukar membantu pembangunan lapangan futsal berbahan kayu dengan ukuran lebih luas dari lapangan biasa.
Tahun ini, dinas juga menambah anggaran untuk melengkapi fasilitas seperti jaring dan perlengkapan olahraga lainnya.
Selain fokus di wilayah hulu Mahakam, Dispora Kukar juga menjalankan program peningkatan dan perbaikan sarana olahraga di daerah ilir, antara lain Marangkayu, Muara Badak, dan Samboja. Program tersebut meliputi perbaikan lapangan, tribun, serta fasilitas penunjang kegiatan masyarakat.
Menurut Aji Ali, pemerataan pembangunan olahraga menjadi prioritas agar seluruh masyarakat, baik di perkotaan maupun di pelosok, memiliki kesempatan yang sama untuk berolahraga dan mengembangkan potensi diri.
“Pemerataan pembangunan ini kami pandang penting untuk memastikan seluruh lapisan masyarakat mendapatkan akses dan manfaat dari sektor olahraga,” katanya.
Selain infrastruktur, Dispora Kukar juga memperkuat aspek pembinaan dan regenerasi atlet daerah. Melalui berbagai kejuaraan yang rutin digelar, Dispora melibatkan seluruh cabang olahraga (cabor) untuk melakukan pendataan dan penjaringan atlet potensial di tingkat kecamatan dan desa.
“Setiap event kami jadikan ajang identifikasi atlet muda berbakat. Setelah itu, masing-masing cabor melakukan evaluasi dan tindak lanjut pembinaan,” jelasnya.
Data hasil penjaringan tersebut menjadi dasar bagi Dispora dan organisasi olahraga dalam merancang program pembinaan berkelanjutan. Salah satunya dilakukan melalui kerja sama dengan Askab PSSI Kukar untuk pembinaan atlet usia dini sepak bola, serta program serupa untuk cabang bulu tangkis melalui sistem berjenjang.
“Pembinaan harus berkesinambungan. Potensi atlet muda yang muncul dari kompetisi usia dini akan terus kami pantau agar dapat berkembang maksimal,” tambahnya.
Dispora Kukar menegaskan akan terus hadir mendukung pembangunan ekosistem olahraga daerah secara menyeluruh, baik melalui penyediaan fasilitas maupun pelaksanaan kegiatan kejuaraan.
“Kami berkomitmen memperkuat ekosistem olahraga dari tingkat desa hingga kabupaten. Melalui pembangunan sarana, pembinaan, dan turnamen rutin, kami ingin memastikan olahraga menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Kukar,” pungkas Aji Ali. (adv/fjr)












