SAMARINDA – Kementerian Haji dan Umrah Kaltim mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai tawaran haji dan umrah instan yang tidak jelas legalitasnya. Masyarakat diminta melakukan verifikasi secara menyeluruh agar terhindar dari potensi penipuan.
Pihak kementerian mengingatkan, tawaran perjalanan haji maupun umrah dengan janji proses cepat atau instan kerap kali tidak dapat dipertanggungjawabkan. Karena itu, calon jemaah diminta tidak mudah tergiur dengan iming-iming keberangkatan tanpa prosedur yang jelas.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Kaltim Mukhlis Hasan, menekankan pentingnya kehati-hatian dalam memilih penyelenggara perjalanan.
“Jika ada tawaran seperti itu, harus diteliti terlebih dahulu dan dikonfirmasi ke Kementerian Haji. Kantor kami tersedia di tingkat kabupaten maupun provinsi, sehingga masyarakat bisa melakukan pengecekan langsung terhadap penyedia layanan tersebut,” ujarnya dikutip dari siaran resmi.
Mukhlis juga menambahkan bahwa harga bukan menjadi jaminan utama. Baik harga murah maupun mahal tidak serta-merta menjamin kualitas dan kepastian keberangkatan. Masyarakat diminta untuk lebih memperhatikan rekam jejak (track record) penyelenggara perjalanan haji dan umrah.
Selain itu dia turut menanggapi kekhawatiran masyarakat terkait situasi geopolitik global. Hingga saat ini, belum ada informasi resmi mengenai penundaan pemberangkatan jemaah haji, sehingga masyarakat diminta tetap tenang dan mengikuti informasi resmi dari pemerintah.
Di sisi lain, Kementerian Haji dan Umrah Kalimantan Timur terus mengedepankan pelayanan yang inklusif. Layanan tersebut difokuskan pada jemaah perempuan, lansia, serta penyandang disabilitas agar dapat menjalankan ibadah dengan aman dan nyaman.
Masyarakat, khususnya calon jemaah haji, juga diimbau untuk mempersiapkan diri secara optimal, mulai dari kesiapan fisik, mental, hingga menjaga kondisi kesehatan menjelang keberangkatan. (xl)












