SAMARINDA – Insiden kebakaran yang melanda Big Mall Samarinda pada awal Juni 2025 memicu reaksi keras dari DPRD Kalimantan Timur. Anggota Komisi II, Abdul Giaz, mendesak manajemen pusat perbelanjaan terbesar di Kaltim itu untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem keamanan dan penanggulangan kebakaran.
“Evaluasi total wajib dilakukan, terutama sistem sprinkler yang diduga tidak berfungsi saat kejadian. Ini tidak boleh terulang,” tegas Giaz, Kamis (12/6/2025).
Ia menekankan bahwa Big Mall bukan sekadar pusat belanja, melainkan bagian penting dari kehidupan sosial dan ekonomi warga Samarinda. Penutupan operasional pascakebakaran dinilai berdampak luas, termasuk terhadap ribuan pekerja dan pelaku UMKM yang menggantungkan penghasilan dari aktivitas di mall tersebut.
Giaz juga menyatakan bahwa Komisi II DPRD Kaltim akan memanggil seluruh manajemen pusat perbelanjaan di Samarinda untuk memastikan kesiapan sistem mitigasi bencana. “Kami tidak ingin kecolongan lagi. Semua mall harus siap menghadapi situasi darurat,” ujarnya.
Sebelumnya, kebakaran terjadi di lantai tiga Big Mall pada 3 Juni 2025 dini hari. Api cepat membesar dan menghanguskan sejumlah tenant, memicu kekhawatiran publik terhadap kelayakan sistem proteksi gedung. (adv/zu)












