KUKAR IDAMAN SEP 26

Erau 2025 Angkat Tema Jaga Marwah Nusantara, Logo Ketopong Sultan Jadi Simbol Utama

Erau 2025 Angkat Tema Jaga Marwah Nusantara, Logo Ketopong Sultan Jadi Simbol Utama
Logo Erau Adat Kutai 2025. (ist)

KUTAI KARTANEGARA – Festival Erau 2025 di Kutai Kartanegara (Kukar) tidak sekadar pesta budaya, melainkan momentum menjaga identitas bangsa. Tahun ini, tema besarnya “Menjaga Marwah Peradaban Nusantara” dengan simbol ketopong atau mahkota Sultan Kutai sebagai logo resmi.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kukar Thauhid Afrilian Noor menjelaskan, pemilihan ketopong memiliki makna historis dan filosofis mendalam.

“Erau itu berasal dari sultan, yang di eraukan adalah sultan. Maka logonya menggunakan ketopong sebagai lambang kekuasaan dan adat,” ujarnya belum lama ini.

Thauhid menegaskan, tema yang diangkat menjadi pengingat bahwa budaya adalah akar dari identitas bangsa.

Baca Juga  Layanan Disdukcapil Kukar Tetap Berjalan Penuh Meski WFH

“Kalau budaya kita hilang, identitas kita juga hilang. Dan jika identitas hilang, maka kita akan terhapus dari peradaban,” tegasnya.

Lebih lanjut, logo ketopong juga merefleksikan sejarah panjang Kesultanan Kutai. Salah satunya adalah kisah Batara Agung Dewa Sakti yang diyakini mendapat wahyu untuk menyelenggarakan Erau selama 40 hari. Kini prosesi adat itu disederhanakan menjadi tujuh hari, namun tetap mempertahankan nilai dan maknanya.

Menurut Thauhid, simbol ketopong tidak hanya berkaitan dengan kekuasaan, tetapi juga nilai adat yang diwariskan. Penetapan logo ini sekaligus menjadi penegasan bahwa Erau adalah tradisi asli Kutai yang lahir dari perintah dan kehendak kesultanan.

Baca Juga  Bupati Kukar Resmikan Lorong Pasar Ramadhan 2025, Dorong UMKM dan Ekonomi Lokal

Ia juga mengaitkan makna Erau dengan konteks pembangunan nasional, khususnya kehadiran Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kaltim.

“Abad ke-21 ini menjadi momentum penting. Erau ke-21, Sultan ke-21, dan IKN juga ditetapkan pada abad ke-21. Ini bukan kebetulan, tetapi simbol kejayaan Kutai yang menjadi bagian dari Republik Indonesia,” paparnya.

Thauhid menambahkan, nilai peradaban Nusantara yang terkandung dalam simbol ketopong juga mencerminkan semangat persatuan sejak masa Gajah Mada.

“Melalui logo ini kita ingin mengingatkan bahwa Kukar, Kutai, dan Nusantara punya sejarah panjang. Kita bergabung ke NKRI bukan tanpa alasan, melainkan demi kesejahteraan masyarakat secara luas,” pungkasnya. (fjr)