Festival Ramadan di Kukar Dorong Perekonomian Lokal dan Kreativitas UMKM

Festival Ramadan di Kukar Dorong Perekonomian Lokal dan Kreativitas UMKM
Asisten III Setkab Kukar Dafip Haryanto. (fajar/komparasinews)

KUTAI KARTANEGARA – Berbagai festival yang diselenggarakan selama bulan suci Ramadan 1446 Hijriah di Kutai Kartanegara (Kukar) telah memberikan dampak positif bagi perekonomian lokal. Salah satunya adalah IRMA Ramadan Fair.

Asisten III Bidang Administrasi dan Umum Sekretariat Kabupaten Kukar Dafip Haryanto menyatakan, acara-acara tersebut membuka peluang besar bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di wilayah tersebut.

Menurutnya, bulan Ramadan menjadi waktu yang penuh dengan berbagai festival. Yang tidak hanya menambah kemeriahan, tetapi juga menawarkan hiburan bagi masyarakat sepanjang bulan suci.

“Selama Ramadan, banyak festival yang memberikan warna baru bagi kehidupan sosial masyarakat, menjadi sarana hiburan sekaligus pemberdayaan ekonomi,” ungkap Dafip saat diwawancarai, Jumat (28/3/2025).

Baca Juga  Bersama Bupati Kukar, Kelompok Tani Desa Bangun Rejo Panen Padi Organik Sawah

Salah satu acara yang mendapat perhatian besar adalah IRMA Ramadan Fair ke-3 yang didukung oleh Dinas Pariwisata (Dispar) Kukar. Festival ini berlangsung selama enam hari, dari 22 hingga 27 Maret 2025, di Masjid Agung Sultan Sulaiman, dan menampilkan berbagai kegiatan menarik, termasuk bazar UMKM dan berbagai perlombaan bertema keagamaan.

Dafip menilai bahwa IRMA Ramadan Fair 2025 tidak hanya menjadi tempat untuk menyebarkan syiar Islam, tetapi juga memberi kontribusi nyata terhadap ekonomi lokal.

“Kami telah melihat bagaimana acara ini tak hanya menjadi ajang dakwah, namun juga memberikan manfaat ekonomi yang signifikan. Kehadiran Lorong Pasar Ramadan adalah contoh nyata kolaborasi antara nilai-nilai agama dan pemberdayaan ekonomi,” jelasnya.

Baca Juga  Kesbangpol Kukar Gelar Bimtek P4GN Desa Bersinar, Sampaikan Pentingnya Penanggulangan Narkoba

Lanjut Dafip, perlombaan yang digelar selama festival juga berfungsi sebagai ruang untuk mengekspresikan kreativitas, serta mendongkrak perputaran ekonomi masyarakat. Dari sektor kuliner hingga produk kreatif, transaksi yang terjadi selama acara ini turut memperkuat perekonomian lokal.

“Saya sangat bangga melihat peran aktif remaja Masjid Agung dalam kegiatan ini, yang tidak hanya berfokus pada syiar Islam, tetapi juga sebagai pendorong perekonomian. Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan keagamaan dan penguatan sektor ekonomi kreatif dapat berjalan berdampingan,” tambah Dafip.

Sebagai penutup, Dafip mengungkapkan harapannya agar festival semacam ini dapat terus diadakan di masa depan. Tidak hanya untuk mempererat ukhuwah Islamiyah, tetapi juga untuk mendorong perekonomian masyarakat lokal di Kukar. (adv/fjr)

Baca Juga  Elpiji di Samarinda Langka, Laila Fatihah Minta Pertamina Lakukan Ini
slot gacor hari ini situs togel situs slot situs slot bento4d bandar togel slot thailand