KUKAR IDAMAN SEP 26

Gubernur Minta Para Pelaku Usaha Tak Hentikan Distribusi Beras ke Wilayah Kaltim

Gubernur Minta Para Pelaku Usaha Tak Hentikan Distribusi Beras ke Wilayah Kaltim
Konferensi pers Pemprov Kaltim menanggapi Isu Stabilitas Stok dan Harga Beras di Ruang Ruhui Rahayu Kantor Gubernur, Selasa (19/8/2025). (Adpimprov)

SAMARINDA – Gubernur Rudy Mas’ud meminta para pelaku usaha atau distributor beras agar tidak menghentikan distribusi ke wilayah Kaltim, terutama distribusi pasar retail. Selain itu para distributor juga diminta memperbaiki kualitas beras guna memenuhi kebutuhan pasar sesuai ketentuan berlaku.

Permintaan itu disampaikan saat konferensi pers Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim menanggapi Isu Stabilitas Stok dan Harga Beras di Ruang Ruhui Rahayu Kantor Gubernur, Selasa (19/8/2025).

Rudy menilai, para distributor selayaknya mengikuti standardisasi yang ditentukan untuk pemenuhan beras bagi pasar modern. “Kalau berasnya medium, ya jangan jadi premium,” tegasnya.

Baca Juga  Bupati Kukar Apresiasi Kreativitas Festival Cenil HUT Ke-41 Desa Kota Bangun III

Orang nomor satu Benua Etam ini pun meminta para distributor mengikuti arahan Satgas Pangan, terutama memperbaiki kualitas beras. “Jika berasnya premium belum memenuhi persyaratan sesuai Satgas di lapangan, tolong dilengkapi kekurangannya,” ucapnya.

Rudy juga mengingatkan para distributor dalam mematok harga sesuai dengan ketentuan untuk beras medium maupun premium. “Tidak perlu takut, ragu dan bimbang. Insyaallah aman terkendali, selama sesuai aturan,” imbuhnya.

Baca Juga  Bupati Kukar Lantik Sejumlah Pejabat, Harapkan Dapat Beradaptasi dengan Baik

Sebelumnya Kepala Disperindagkop UKM Heni Purwaningsih menjelaskan pihaknya telah menindaklanjuti kebijakan pemerintah pusat (Menteri Pertanian) atas temuan 212 merk beras yang beredar secara nasional tidak memenuhi kualitas beras premium.

“Kami telah melakukan pengujian 17 sampel beras, namun hanya satu merk yang memenuhi ketentuan sesuai kelas beras premium,” bebernya.

Dari 17 merk beras yang uji sampel, lanjutnya, ada parameter dari masing-masing beras yang diketahui tidak berkesesuaian dengan standard. “Investigasi juga telah dilakukan Satgas Pangan nasional, Kaltim dan kabupaten kota ke pedagang,” jelas Heni. (xl)