Janda Korban Longsor Dapat Kepastian, Bupati Realisasikan Relokasi Warga Kelurahan Melayu

Bupati Kukar Aulia Rahman Basri saat meninjau rumah terdampak longsor di Jalan Gunung Pegat, Kelurahan Melayu Tenggarong. (fajar/komparasinews)

KUTAI KARTANEGARA – Penantian seorang janda yang menunggu penanganan pemerintah akhirnya menemukan kabar baik. Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Aulia Rahman Basri meninjau langsung kondisi longsor di Jalan Gunung Pegat RT 35, Kelurahan Melayu, Kecamatan Tenggarong, Rabu (2/7/2025).

Sebelumnya Bupati Aulia Rahman Basri menerima surat dari seorang janda bernama Linda yang terdampak longsor cukup parah di daerah tersebut. Linda mengalami longsor sejak (28/5) lalu, rumahnya retak dan amblas.

Menurut pengakuannya, semenjak kejadian longsor rumahnya tak lagi dapat dihuni. Kondisi rumah yang cukup parah serta khawatir akan terjadinya longsor susulan, ia lebih memilih pindah untuk sementara.

“Sementara saya tinggal di Jalan Kartini, mengontrak rumah di sana sementara,” ucapnya.

Baca Juga  Polda Kaltim Kirim Bantuan Kemanusiaan ke Sumatera

Menunggu kejelasan mengenai tempat tinggalnya, Linda memberanikan diri menulis surat yang ditujukan kepada Bupati terkait kondisi yang dialaminya. Surat tersebut diberikan pada Senin (30/6/2025) lalu.

Menanggapi surat yang dilayangkan kepadanya, Aulia Rahman Basri langsung meninjau kondisi rumah yang terdampak longsor. Tujuh rumah terdampak, 5 di antaranya cukup parah dan Rumah Linda yang tak dapat dihuni.

“Peninjauan hari ini kita melihat rumah yang terkena dampak longsor. Itu ibu ada ngirim surat ke kami, pakai tulis tangan. Berharap saya bisa meninjau,” ujar Aulia usai meninjau lokasi.

Dia menjelaskan penanganan bencana tidak seperti kebakaran, yang menunggu terjadinya bencana baru bergerak.

Baca Juga  Survei Status Gizi Indonesia: Prevalensi Stunting Kaltim Naik Jadi 23,9 Persen

“Kalau kebakaran. Kita memadamkan api, ada apinya dulu baru kita memadamkan. Tapi kalau bencana ini harus kuat dimitigasinya. Kita mitigasi dulu, mitigasi. kemungkinan-kemungkinan terjadi bencana, nah kita lakukan proses penanganannya sebelum terjadi bencana,” tuturnya.

Setelah melakukan peninjauan, pihaknya berencana merelokasi warga yang terdampak. Pemkab Kukar sudah menyiapkan lahan 1.3 hektare di belakang RSUD AM Parikesit untuk digunakan membangun rumah hunian.

“Ada perencanaan relokasi untuk penduduk, yang di dekat rumah sakit itu sudah ada di sana lahan 1,3 hektare,” papar Aulia.

Bupati mendorong Dinas PU, Disperkim serta Dinas Pertanahan dan Penataan Ruang untuk segera mempersiapkan pembangunan rumah layak bagi warga yang akan direlokasi.

Baca Juga  Anjungan Dukcapil Mandiri Hadir di Kukar, Diluncurkan Juni Tahun Ini

“Saya mendorong PU dan Perkim untuk mempersiapkan lahan untuk kita persiapkan lahan dengan Dinas Pertanahan dan Tata Ruang juga untuk mempersiapkan lahan untuk pembangunan rumah layak untuk proses-proses relokasi,” tutupnya. (fjr)