BONTANG – Calon Wakil Gubernur (Cawagub) Kaltim Hadi Mulyadi, melakukan kampanye di Bontang. Dalam kampanye tersebut, Hadi Mulyadi menyebut sosok Isran Noor merupakan sosok pemberani, bahkan satu-satunya gubernur yang pernah menentang penghapusan tenaga honorer dan berjuang agar mereka diberikan kesejahteraan.
“Kami kembali berkomitmen dalam memperjuangkan nasib tenaga honorer yang sempat terancam penghapusan oleh pemerintah pusat. Selama masa kepemimpinan Isran Noor bersama saya, kami telah berjuang keras mempertahankan keberadaan tenaga honorer di Indonesia, khususnya di Kaltim,” ucap Hadi Mulyadi, Jumat (18/10/2024).
Hadi menyebutkan, dari 36 provinsi hanya gubernur Kaltim yang berani bersuara dalam penolak penghapusan tenaga honorer. Selain itu sejumlah prestasi lain yang diraih di bawah kepemimpinan Isran Noor, termasuk peningkatan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kaltim dari Rp15 triliun menjadi Rp25 triliun, serta percepatan pembangunan infrastruktur, termasuk proyek Ibu Kota Nusantara (IKN) di Penajam Paser Utara.
“Selama lima tahun ini, kami tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, tetapi juga pada upaya memperjuangkan kesejahteraan tenaga kerja di Kaltim, termasuk honorer yang sempat terancam diberhentikan,” ujarnya.
Tak lupa, Hadi juga mengucapkan terima kasih atas dukungan dari PDIP dan Demokrat. Serta doa masyarakat Kaltim, yang memungkinkan dirinya dan Isran Noor untuk kembali maju di Pemilihan Gubernur (Pilgub) Kaltim 2024.
“Kamu berjuang keras untuk memastikan bahwa tenaga honorer tetap memiliki tempat dalam sistem pemerintahan kita. Ini adalah salah satu pencapaian terbesar kami, dan kami berkomitmen untuk melanjutkan perjuangan ini,” beber Hadi.
Dia juga mengapresiasi dukungan dari berbagai pihak yang telah memungkinkan mereka untuk kembali maju dalam Pilkada 2024.
“Dukungan dari PDIP dan Demokrat, serta masyarakat Kaltim, sangat berarti bagi kami. Meskipun ada upaya dari lawan politik untuk menjegal kami, kami tetap optimis dan berkomitmen untuk melanjutkan perjuangan,” katanya.
Dalam kampanye itu, Hadi juga mengajak masyarakat untuk terus mendukung mereka dalam upaya memperjuangkan kesejahteraan tenaga kerja di Kaltim.
“Kami tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, tetapi juga pada upaya memperjuangkan kesejahteraan tenaga kerja di Kaltim, termasuk honorer. Dukungan dari masyarakat sangat penting bagi kami untuk melanjutkan perjuangan ini,” pungkas Hadi. (nta)












