Komisi IV DPRD Kaltim Dorong Pemerataan Akses Pendidikan Lewat Program GratisPol

Foto : Komisi IV DPRD Kaltim menggelar RDP dengan 16 Perguruan Tinggi. (DPRD Kaltim)

SAMARINDA— Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Timur menegaskan komitmennya dalam pemerataan akses pendidikan tinggi melalui Program GratisPol. Hal ini disampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang digelar Komisi IV DPRD Kaltim bersama mitra perguruan tinggi, Selasa (10/6/2025) di Gedung E Lantai 1 Kantor DPRD Kaltim.

Rapat dipimpin oleh Sekretaris Komisi IV Darlis Pattalongi, dihadiri Wakil Ketua DPRD Ekti Imanuel, Ketua Komisi IV Baba, serta sejumlah anggota DPRD lainnya seperti Ananda Emira Moeis, Sarkowi V. Zahry, dan Agusriansyah Ridwan. Turut hadir pula Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Setda Kaltim, Dasmiah, serta perwakilan dari 16 perguruan tinggi dan sekolah tinggi di berbagai wilayah Kaltim.

Baca Juga  Balikpapan Incar Investor Baru di Sektor Pariwisata dan Ekonomi Kreatif

Program GratisPol dibahas sebagai strategi jangka panjang dalam membangun sumber daya manusia (SDM) Kaltim yang unggul, terutama menghadapi transformasi wilayah menuju Ibu Kota Nusantara (IKN). Program ini mencakup pembiayaan Uang Kuliah Tunggal (UKT) bagi mahasiswa yang kuliah di Kaltim, serta beasiswa bagi yang menempuh studi di luar provinsi maupun luar negeri.

Dalam forum tersebut, DPRD menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah dan pihak kampus untuk memastikan program tepat sasaran. “Kami tidak ingin ada anak Kaltim yang gagal kuliah hanya karena alasan ekonomi,” ujar Ketua Komisi IV Baba. Ia menambahkan, program akan dievaluasi setiap tahun agar responsif terhadap kondisi riil mahasiswa dan perguruan tinggi.

Baca Juga  Pemkab PPU Periksa Indomaret di Nenang, Terkait Dugaan Pelanggaran Jarak Toko

Senada dengan itu, Ekti Imanuel menekankan bahwa GratisPol bukan sekadar bantuan pendidikan. “Ini adalah investasi masa depan. Kita ingin SDM Kaltim menjadi tuan rumah di daerahnya sendiri,” ujarnya.

Darlis Pattalongi menambahkan bahwa kampus harus menjadi mitra aktif dalam menyeleksi dan membina mahasiswa penerima manfaat agar program tidak hanya berjalan administratif atau seremonial. Dialog terbuka antara DPRD dan pihak kampus juga menghasilkan sejumlah masukan terkait mekanisme seleksi, transparansi anggaran, dan pengawasan program di lapangan.

Baca Juga  Penembakan Misterius Kembali Terjadi, Bikin Masyarakat Tenggarong Ketakutan

Program GratisPol diharapkan menjadi fondasi kuat untuk mencetak generasi muda Kaltim yang cerdas, berdaya saing, dan siap menyongsong tantangan masa depan. (adv/zu)