KUKAR IDAMAN SEP 26

Komitmen Tingkatkan Pendidikan Anak Usia Dini, Ini yang Dilakukan Disdikbud Samarinda

Dimulai 13 Januari, Disdikbud Samarinda Sebut Program MBG Jadi Edukasi Para Siswa 
Kepala Disdikbud Samarinda Asli Nuryadin. (ist)

SAMARINDA – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Samarinda menekankan pentingnya pendidikan holistik untuk anak usia dini. Mencakup lima aspek terutama pendidikan, kesehatan dan gizi, pengasuhan, deteksi dini tumbuh kembang anak, dan perlindungan.

“Pendidikan holistik bertujuan untuk menciptakan anak Indonesia yang sehat, cerdas, ceria, dan berakhlak mulia,” ucap Kepala Disdikbud Samarinda Asli Nuryadin, Selasa (20/8/2024).

Dalam hal ini Disdikbud Kota Samarinda juga turut bekerja sama dengan beberapa pihak untuk memberikan layanan. Di antaranya Dinas Kesehatan (puskesmas), Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Ikatan Bidan Indonesia (IBI), serta berbagai lembaga pemerhati anak.

Baca Juga  Duta Pemuda Kukar Ikuti Jambore Pemuda Daerah Tingkat Provinsi Kaltim

Asli membeberkan, Disdikbud Samarinda juga membangun sinergitas dengan Bunda PAUD tingkat kecamatan. Bertujuan pengembangan anak usia dini holistik dan integratif.

“Kami berharap dengan adanya kerja sama ini, layanan pengembangan anak usia dini holistik-integratif dapat terselenggara dengan baik. Anak-anak di Samarinda juga dapat tumbuh menjadi generasi yang unggul,” ujarnya.

Lebih lanjut disampaikan, jumlah PAUD/TK di Samarinda saat ini mencapai 453 satuan pendidikan. Terdiri atas 12 berstatus negeri dan 441 swasta.

Kemudian, total tenaga pendidik PAUD/TK sebanyak 1.013 orang. Sedangkan angka partisipasi kasar (APK) PAUD yang terdata saat ini sebesar 28,96 persen.

Baca Juga  Premier League Menggebrak: Tiga Finalis Eropa 2025 Berjuang Raih Trofi

Guna mendukung pengembangan PAUD/TK, Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda mengalokasikan anggaran senilai Rp6,4 miliar pada tahun 2024. Anggaran tersebut digunakan untuk berbagai proyek rehabilitasi dan pembangunan TK negeri di Samarinda.

Selain itu, pada tahun 2025, anggaran pengembangan PAUD/TK dicanangkan sebesar Rp10,3 miliar. Digunakan untuk rehabilitasi pagar, ruang kelas, aula, dan pengawasan di beberapa TK.

“Dalam upaya ini, kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan anak usia dini di Samarinda. Sehingga dapat menciptakan generasi penerus yang berkualitas dan siap menghadapi tantangan masa depan menuju generasi emas,” tutup Asli. (nta)