KUKAR IDAMAN SEP 26
Ragam  

Kurma, Sumber Energi Cepat dan Penjaga Imun di Bulan Puasa

Foto : Kurma menjadi pilihan utama umat Muslim saat berbuka puasa karena kaya nutrisi dan dianjurkan dalam sunnah. (Istimewa)

KURMA tidak hanya identik sebagai makanan sunnah saat berbuka puasa di bulan Ramadan, tetapi juga dikenal memiliki beragam manfaat kesehatan. Sejumlah ahli gizi dan penelitian medis modern menyebutkan, kandungan nutrisi dalam kurma sangat membantu tubuh memulihkan energi setelah seharian berpuasa.

Buah berwarna cokelat manis ini mengandung gula alami seperti glukosa, fruktosa, dan sukrosa yang mudah diserap tubuh. Kandungan tersebut membuat kurma efektif mengembalikan energi dengan cepat saat azan Magrib berkumandang.

Selain sebagai sumber energi instan, kurma juga kaya serat. Nutrisi ini membantu memperlancar pencernaan, mencegah sembelit, serta memberikan rasa kenyang lebih lama sehingga dapat mengontrol nafsu makan saat berbuka.

Baca Juga  DPRD Samarinda Soroti Utang Rp500 Juta di Disdag, Minta Rasionalisasi Anggaran Tepat Sasaran

Dari sisi metabolisme, kurma memiliki indeks glikemik yang relatif rendah berkat kandungan seratnya. Beberapa studi menunjukkan konsumsi kurma dalam jumlah wajar tidak berdampak buruk terhadap kontrol gula darah, termasuk pada penderita diabetes tipe 2.

Kurma juga mengandung mineral penting seperti kalium, magnesium, dan elektrolit lainnya yang berperan menjaga keseimbangan cairan tubuh setelah berpuasa. Kandungan ini penting untuk mendukung fungsi otot dan saraf agar tetap optimal.

Tak hanya itu, antioksidan seperti flavonoid dan polifenol dalam kurma membantu melawan radikal bebas, mengurangi peradangan, serta menurunkan risiko penyakit kronis, termasuk gangguan jantung. Kandungan kalium di dalamnya juga berkontribusi menjaga tekanan darah tetap stabil.

Baca Juga  Pemerintah Tegaskan Semua Bantuan Bencana Alam di Sumatra Harus Jangkau Titik Terdalam

Dukungan terhadap sistem imun menjadi manfaat lain dari konsumsi kurma. Vitamin B6, zat besi, magnesium, dan vitamin C di dalamnya membantu memperkuat daya tahan tubuh sehingga lebih siap menghadapi infeksi.

Kurma pun diketahui mengandung mineral seperti mangan dan tembaga yang berperan dalam menjaga kepadatan tulang dan mencegah osteoporosis.

Untuk mendapatkan manfaat optimal, ahli gizi menyarankan konsumsi dua hingga tiga butir kurma saat berbuka puasa, kemudian dilanjutkan dengan minum air putih dan makanan bergizi seimbang.

Selain bernilai kesehatan, kurma juga memiliki nilai spiritual. Dalam ajaran Islam, berbuka puasa dengan kurma merupakan sunnah Nabi Muhammad SAW, sehingga selain menyehatkan tubuh, juga bernilai ibadah.

Baca Juga  "Tenggarong Art Festival" Jadi Ajang Unjuk Karya Seni Rupa Kukar

Dengan kombinasi manfaat medis dan nilai religius, kurma tetap menjadi pilihan utama sebagai pembuka puasa yang praktis, sehat, dan penuh makna. (zu)