KUKAR IDAMAN SEP 26

Lima Kios Pasar Muara Jawa Ludes Terbakar, Kerugian Material Capai Ratusan Juta

Lima Kios Pasar Muara Jawa Ludes Terbakar, Kerugian Material Capai Ratusan Juta
Kebakaran di Pasar Mandiri Tradisional Kecamatan Muara Jawa, Jumat dini hari. (Dok. Damkar Kukar)

KUTAI KARTANEGARA – Kebakaran kembali melanda kawasan perdagangan di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Kali ini, api menghanguskan lima kios di Pasar Mandiri Tradisional, Kelurahan Muara Jawa Ulu, Kecamatan Muara Jawa, Jumat (24/7/2026) dini hari.

Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 03.56 Wita itu membuat warga panik. Api diduga pertama kali muncul dari area kios sembako sebelum dengan cepat menjalar ke bangunan lain yang berdempetan.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkartan) Kukar Fida Hurasani mengatakan, warga sempat berusaha memadamkan api menggunakan peralatan seadanya. Namun kobaran api terus membesar sehingga sulit dikendalikan.

Baca Juga  Warga Desa Muara Muntai Ilir Sampaikan Aspirasi Ke Wabup Kukar

“Api pertama kali terlihat menyala di sekitar area sembako. Warga berusaha masuk untuk melakukan pemadaman, namun tidak lama kemudian api membesar dan melahap kios di sisi kanan maupun kiri karena bangunannya menyatu,” ujar Fida.

Menyadari situasi semakin berbahaya, warga segera melaporkan kejadian tersebut ke Pos Sektor Muara Jawa Disdamkarmatan Kukar. Petugas kemudian bergerak ke lokasi dan melakukan pemadaman hingga api berhasil dikendalikan.

Baca Juga  Balikpapan Fair 2023 Jadi Tolok Ukur dan Promosi Perkembangan Pembangunan

Dari hasil pendataan sementara, kebakaran diduga dipicu korsleting listrik yang berasal dari area kios sembako. Dugaan itu mengarah pada stop kontak listrik yang berada di lokasi awal munculnya api.

Akibat kejadian tersebut, lima kios dilaporkan hangus terbakar hingga rata dengan tanah. Sementara dua kios lainnya turut terdampak akibat panas dan kobaran api.

Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun kerugian material diperkirakan mencapai sekitar Rp600 juta.

Saat ini, pihak berwenang masih melakukan pendataan lanjutan dan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kebakaran. (fjr)