SAMARINDA – Wisata Tenun atau yang kerap dikenal dengan Kampung Tenun bisa menjadi salah satu destinasi wisata sambil melestarikan budaya khas Kaltim. Lokasinya di Jalan Panglima Bendahara, Samarinda Seberang.
Kampung Tenun tersebut dominan memproduksi tenun. Masih menggunakan alat tradisional, dengan suara decit tarikan alat tenun meramaikan suasana kampung.
Salah seorang pengusaha tenun Muhammad Arsyad, mengaku usaha yang dilakoninya adalah hasil turun-menurun sejak 1995 silam.
“Ini sebenarnya sudah turun-menurun dari nenek sejak tahun 1995. Saya kemudian melanjutkan usaha ini,” ujar Muhammad Arsyad, Ahad (24/9/2023).
Memiliki tiga alat tenun tradisional, usahanya mampu memproduksi sepuluh sarung tenun per hari. Dengan berbagai motif dan harga yang dipasarkannya.
“Karena membuat satu sarung itu prosesnya lama, jadi harus memiliki kesabaran ekstra untuk membuat kain tenun ini,” ungkapnya.
Salah satu motif yang cukup terkenal dari tenun khas Samarinda ini adalah motif batik yang diberi nama Belang Hatta. Nama Hatta memang dikaitkan dengan sejarah masa lalu, di mana Bung Hatta pernah berkunjung ke Kampung Wisata Tenun ini saat menjabat wakil presiden RI.
Kala itu Bung Hatta memilih motif pola garis-garis merah hitam untuk dijadikan motif khas Samarinda. Selain motif Belang Hatta yang cukup terkenal, ada motif lainnya yang ditenun kaum ibu setempat seperti motif Ayam Pelopo, Garanso, dan Burica.
“Harganya di sini macam-macam, untuk kualitas terbagus selembar sarung harganya Rp500 ribu, dan yang termurah ada Rp200 ribu. Kami juga kirim ke seluruh Indonesia,” tutupnya. (nta)












