KUTAI KARTANEGARA – Kecamatan Muara Jawa kembali mengingatkan perlunya perhatian serius pemerintah daerah terhadap pengembangan olahraga di tingkat kecamatan. Potensi atlet dinilai cukup besar, namun pembinaan masih terhambat oleh minimnya alokasi anggaran.
Camat Muara Jawa, Muhammad Ramli, mengatakan berbagai cabang olahraga berkembang aktif di wilayahnya, tetapi keterbatasan fasilitas dan tidak adanya dana khusus menyebabkan pembinaan belum berjalan maksimal.
“Di kecamatan, pembinaan olahraga belum mendapatkan dukungan anggaran yang memadai. Padahal kebutuhan di lapangan cukup besar, terutama untuk mengikuti event resmi seperti Bupati Cup yang membutuhkan biaya tinggi,” ujar Ramli, Jumat (28/11).
Ia menjelaskan, kebutuhan pembinaan khususnya pada cabang sepak bola kerap terkendala biaya transportasi, konsumsi, hingga akomodasi bagi tim yang berjumlah 15–20 orang. Tanpa dukungan anggaran, upaya pengiriman atlet ke ajang resmi menjadi sulit dilakukan.
Ramli mengusulkan agar pemerintah daerah menyediakan alokasi anggaran tersendiri untuk pembinaan olahraga di setiap kecamatan. Skema tersebut dinilai dapat membuat pembinaan lebih terarah dan berkelanjutan.
“Anggaran olahraga sebaiknya dipisahkan dan dikelola langsung oleh Koordinator Olahraga Kecamatan. Dengan begitu pembinaan atlet bisa lebih fokus dan terarah,” tegasnya.
Ia menilai ketergantungan pada program CSR perusahaan bukan solusi ideal. Tidak semua perusahaan memiliki kemampuan atau komitmen mendukung pembinaan olahraga secara rutin, sehingga keberlanjutan program sulit dipastikan.
Muara Jawa sendiri memiliki cabang unggulan, yakni sepak takraw, yang hampir selalu membawa pulang prestasi dalam setiap kejuaraan tingkat kabupaten.
“Sepak takraw di Muara Jawa itu istimewa. Hampir setiap dikirim selalu membawa pulang hasil terbaik. Turnamen kami adakan rutin setiap tahun,” jelasnya.
Selain takraw, antusiasme masyarakat terhadap cabang olahraga lain seperti sepak bola dan bulu tangkis juga terus tumbuh. Namun keterbatasan lapangan dan fasilitas latihan masih menjadi hambatan utama.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kukar, Aji Ali Husni, menegaskan bahwa pembinaan olahraga di tingkat kecamatan terus diperkuat.
“Dispora mendorong agar pembinaan olahraga di kecamatan semakin intens dan berkelanjutan. Kami ingin potensi atlet lokal berkembang hingga berprestasi di tingkat kabupaten, provinsi, bahkan nasional,” ujarnya.
Ia menambahkan, sinergi antara kecamatan, KOK, komunitas olahraga, dan Dispora Kukar akan terus didorong guna meningkatkan kualitas pembinaan. (adv/zu)












