KUTAI KARTANEGARA – Masyarakat Kutai Kartanegara (Kukar) diimbau meningkatkan kewaspadaan menghadapi potensi bencana akibat perubahan cuaca yang cukup ekstrem. Imbauan tersebut disampaikan Plt Sekretaris BPBD Kukar Abdal saat dihubungi melalui sambungan telepon, Jumat (26/9/2025).
Menurut Abdal, sejumlah wilayah di Kukar rawan terdampak banjir dan longsor, di antaranya Desa Batuah dan Loa Janan Ulu (Loa Janan), Desa Sungai Payang dan Jembayan (Loa Kulu), Desa Sarinadi (Kota Bangun Darat), serta Kelurahan Maluhu (Tenggarong).
Selain itu, potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) juga bisa terjadi saat cuaca berubah sangat panas.
“Bencana yang paling sering terjadi adalah banjir, longsor, dan kebakaran hutan. Sementara bencana lain, seperti angin puting beliung, biasanya jarang dan berskala kecil,” ujarnya.
Berdasarkan data BPBD, selama September 2025 baru tercatat satu kejadian bencana, yakni longsor di Kecamatan Tenggarong Seberang.
Peristiwa itu tidak menimbulkan korban jiwa dan telah ditangani dengan cepat oleh tim BPBD untuk mencegah dampak susulan. Abdal menegaskan, kesiapsiagaan masyarakat sangat penting dalam meminimalisir kerugian.
Warga yang tinggal di kawasan rawan banjir diminta untuk mengamankan harta benda, surat berharga, serta melindungi diri dan keluarga dari risiko bencana.
“Saya berharap masyarakat meningkatkan kewaspadaan agar terhindar dari kerugian harta benda maupun korban jiwa,” kata Abdal. (fjr)












