Pj Gubernur Kaltim Minta Sekolah Sediakan Ruang Pembelajaran Keterampilan Bekal Masa Depan

Pj Gubernur Kaltim Minta Sekolah Sediakan Ruang Pembelajaran Keterampilan Bekal Masa Depan
Pj Gubernur Kaltim saat panen melon apollo hidroponik di greenhouse SMAN 6 Samarinda, di Jalan Trikora Rawa Makmur Palaran, Samarinda, Jumat (29/11/2024). (foto: Ahmad Riyandi/Humas Pemprov Kaltim)

SAMARINDA – Penjabat (Pj) Gubernur Kaltim Akmal Malik menegaskan sekolah harus menyediakan ruang pembelajaran untuk keterampilan bekal masa depan para siswa. Hal itu disampaikankannya saat panen melon apollo hidroponik di greenhouse SMAN 6 Samarinda, di Jalan Trikora Rawa Makmur Palaran, Samarinda, Jumat (29/11/2024).

Di hadapan 850 siswa SMAN 6 Samarinda, Akmal memberikan apresiasi pada Kepala SMAN 6 Samarinda beserta jajarannya. Atas dimulainya inovasi melalui pembangunan greenhouse untuk budidaya melon hidroponik.

“Hasilnya panen perdana hari ini. Sekarang kita mendorong untuk memulai hal-hal yang kecil. Apa yang dilakukan SMAN 6 membangun greenhouse sangat luar biasa,” sebut Direktur Jenderal Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) ini.

Baca Juga  Dispora Kukar dan PPMI Bahas Kolaborasi Pembinaan Pemuda hingga Tingkat Kecamatan

Akmal menegaskan suàtu keberhasilan di dunia ini semuanya dimulai dari hal yang kecil. Menurutnya, greenhouse ini tidak hanya menjadi sarana belajar bertani. Melainkan juga media menanamkan nilai-nilai penting kepada para siswa untuk belajar dan kerja keras dengan berbagai inovasi.

Kata dia, membangun dunia pendidikan membutuhkan kolaborasi dan sinergi dari berbagai sektor. Untuk itu sekolah harus menyediakan ruang untuk pembelajaran keterampilan yang dapat menjadi bekal bagi siswa di masa depan. 

Baca Juga  Otorita IKN Tertibkan 57 Lapak Ilegal, Cegah Pencurian Material Konstruksi

“Tidak bisa sekolah hanya mengajar di dalam kelas atau lewat buku saja. Tetapi harus ada ruang-ruang bagi siswa untuk belajar, bukan soal mereka menjadi petani, tetapi belajar tentang proses,” terang Akmal.

“Siswa-siswi kita harus diajari proses, sehingga mereka mencintai proses lebih dari hasil. Kalau kita mau, pasti kita akan menghasilkan sesuatu,” imbuhnya. (xl/advdiskominfokaltim)