Rekrutmen Digelar November, Program Dai Masuk Desa dan Satu Desa Satu Tahfidz di Kukar Tetap Berlanjut

November Rekrutmen, Program Dai Masuk Desa dan Satu Desa Satu Tahfidz di Kukar Tetap Berlanjut
Kabag Kesra Setkab Kukar Dendy Irwan Fahriza saat diwawancarai di Ruang Rapat Banmus DPRD. (fajar/komparasinews)

KUTAI KARTANEGARA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) memastikan program keagamaan seperti Dai Masuk Desa dan Satu Desa Satu Tahfidz tetap dilanjutkan pada tahun 2025. Program tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan pembinaan keagamaan hingga ke pelosok desa.

Kepala Bagian (Kabag) Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setkab Kukar Dendy Irwan Fahriza mengatakan, sejumlah kegiatan prioritas tetap berjalan, termasuk rehabilitasi rumah ibadah, serta program pengiriman dai dan tahfidz ke wilayah yang belum memiliki pendamping keagamaan.

“Kalau beberapa program yang tetap akan jalan, mungkin nanti rehabilitasi rumah ibadah, Dai Masuk Desa, dan Satu Desa Satu Tahfidz, itu akan lanjut,” ujar Dendy saat ditemui di Ruang Rapat Banmus, Senin (20/10/2025).

Baca Juga  Pemprov Kaltim Harap Sinergisitas DPRD dengan Eksekutif Bisa Berjalan Baik

Saat ini pihaknya sedang menyiapkan pola rekrutmen dan seleksi untuk peserta baru kedua program tersebut. Prosesnya ditargetkan dapat dilaksanakan November 2025.

“Kami sedang menyiapkan pola rekrutmennya, mudah-mudahan bisa berjalan di November untuk seleksi dan rekrutmennya. Angkatan tahun ini merupakan angkatan keenam,” jelasnya.

Menurut Dendy, fokus perekrutan akan diarahkan ke kecamatan, kelurahan, dan desa yang belum memiliki dai maupun tahfidz. Hingga kini masih terdapat beberapa wilayah yang belum memiliki perwakilan dari kedua program tersebut.

“Dari angkatan pertama sampai kedua, masih ada kecamatan dan desa yang belum ada dai dan tahfidznya. Ini yang akan jadi perhatian utama,” ungkapnya.

Baca Juga  Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat, Pemkab Kukar Gelar Rakor Pengawasan Desa

Dendy menambahkan, dalam waktu dekat pihaknya akan mengundang seluruh camat dan kepala Kantor Urusan Agama (KUA) se-Kabupaten Kukar untuk melakukan pemetaan wilayah yang belum memiliki pendamping keagamaan.

“Insyaallah hari Jumat nanti semua camat dan kepala KUA akan diundang untuk memaparkan data desa dan kecamatan yang belum memiliki dai dan tahfidz,” tuturnya.

Sejak pertama kali diluncurkan, Pemkab Kukar menargetkan 50 orang dai dan tahfidz setiap tahun. Hingga 2025, tercatat sudah ada sekitar 250 dai dan tahfidz yang tersebar di 193 desa, 44 kelurahan, dan 20 kecamatan di wilayah Kukar.

“Para dai dan tahfidz ini juga terlibat aktif dalam kegiatan keagamaan seperti safari subuh bersama kepala daerah di sejumlah kecamatan,” urai Dendy.

Baca Juga  Bawa Bom di Perairan Bontang, Seorang Pria Diamankan Polda Kaltim

Dia menegaskan, keberlanjutan program ini menjadi bentuk komitmen Pemkab Kukar dalam mendukung pembinaan keagamaan dan penguatan nilai spiritual masyarakat di tingkat desa dan kecamatan. (advprokom/fjr)