KUTAI KARTENAGARA — “Tenggarong Art Festival” sukses digelar, Ahad (13/3/2022). Asisten II Setkab Kutai Kartanegara (Kukar) Wiyono mengungkapkan kebanggaannya atas event garapan Dinas Pariwisata (Dispar) yang berkolaborasi Komite Ekonomi Kreatif (Kekraf) ini.
Melihat antusiasme pengunjung, Wiyono beranggapan seni rupa seperti mural dan grafiti merupakan hasil karya intelektual yang luar biasa dari pelaku seniman. Dia biasanya menemui karya-karya seperti ini di Jawa seperti Yogyakarta, Bandung dan Malang. Kini hal tersebut dapat ditemukan di Kukar yang difasilitasi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) melalui dispar dan Kekraf.
“Sebenarnya Sumber Daya Manusia (SDM) kita tidak kalah dengan yang ada di luar sana, hanya perlu semacam tempat dan alhamdulilah sekarang mulai. Walaupun masih terbatas mudah-mudahan ke depan dengan makin menurunnya Covid-19 ini bisa lebih optimal,” tutur Wiyono.
Untuk itu dia mengapresiasi pihak penyelenggara berikut semua pihak yang turut hadir. Termasuk partisipasi talent-talent putra daerah.
Wiyono mengharapkan sistem yang terbangun ini terus dijaga. Lantaran berdampak pada ekonomi masyarakat, termasuk para pelaku ekonomi kreatif supaya terus berkarya dan berkembang.
Lebih lanjut dijelaskan, program Festival Kukar Kreatif masuk di dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2021-2016. Bukan hanya di lingkup kabupaten, tetapi nanti harapannya sampai di setiap kecamatan se-Kukar. Sehingga potensi-potensi di kecamatan bisa tumbuh dan berkembang bersama.
“Kukar Kaya Festival ini kan agenda pemerintah daerah. Ini sebagai menggali bahwa yang dibutuhkan masyarakat, salah satunya ini. Ekraf salah satu tumpuan untuk kebangkitan ekonomi dan mudah-mudahan terus bisa berkembang agar tidak jadi penonton (di IKN),” urainya.
Penyelenggaraan event ini pun menurutnya relevan dengan ditetapkannya Kaltim terutama Kukar dan Penajam Paser Utara sebagai Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara. Sehingga generasi muda putra daerah kini bisa terus meningkatkan kapasitas dirinya.
“Sehingga bisa bersaing dengan orang-orang yang datang di sini. Karena nanti ada jutaan orang yang ke sini. Jangan sampai teman-teman kita, saudara-saudara atau masyarakat kita disini tertinggal,” tegasnya Wiyono. (man)












