KUTAI KARTANEGARA – Pogram Makan Bergizi Gratis (MBG) telah mulai berjalan di beberapa wilayah di Kaltim. Termasuk di Kutai Kartanegara (Kukar) program ini akan segera digulirkan.
“Saat ini, program MBG sudah berjalan di Samarinda dan akan segera berjalan di Kukar serta Balikpapan. Pada tanggal 17 Februari mendatang, di Kaltim akan ada empat lokasi Satuan Pelayanan Gizi yang beroperasi,” ujar Kepala Satuan Pelayanan MBG Kukar Fitriyah dalam Forum Konsultasi Publik RKPD Kukar Tahun 2026, Senin (10/2/2025).
Lebih lanjut dijelaskan, Badan Gizi Nasional (BGN) memiliki lima model pengelolaan program MBG. Yaitu Swakelola BGN, Kerja Sama dengan Institusi atau Lembaga, Kemitraan dengan Pihak Ketiga, Model Hybrid untuk Wilayah 3T (Terdepan, Terluar, dan Tertinggal), dan Pemanfaatan Kantin Sekolah.
Di Kukar sendiri program ini akan menggunakan sistem kemitraan dengan pihak ketiga atau katering. Ditargetkan mulai berjalan 17 Februari 2025, dengan sasaran awal sebanyak 3.310 siswa secara bertahap.
Fitriyah juga menyampaikan masih terdapat berbagai kebutuhan yang harus dipenuhi sebelum program ini berjalan optimal. Salah satunya adalah pembangunan dapur MBG yang sesuai standar.
“Ada juga rencana untuk mendirikan kantor pelayanan satuan pemenuhan gizi untuk BGN. Nantinya, Deputi BGN akan memberikan arahan lebih lanjut terkait hal ini,” tambahnya.
Saat ini baru ada satu satuan pelayanan gizi yang beroperasi di Kukar, sedangkan kebutuhan total mencapai 45 unit untuk melayani sekitar 16.394 siswa. Namun, keterbatasan dapur yang memenuhi standar BGN masih menjadi kendala utama yang akan dibahas dalam rapat mendatang.
Fitriyah berharap pemerintah daerah dapat memberikan dukungan, khususnya dalam pemenuhan izin sanitasi. Mengingat program MBG tidak hanya berfokus pada pemberian makanan, tetapi juga memastikan makanan yang diberikan bergizi dan sehat guna meningkatkan kualitas kesehatan anak-anak, ibu hamil, dan ibu menyusui.
“Kami juga membutuhkan kolaborasi dengan jajaran Pemerintah Daerah, salah satunya dengan Dinas Kesehatan untuk melakukan pemeriksaan kualitas air dan makanan demi memastikan standar gizi dan kesehatan terpenuhi,” pungkasnya. (fjr)












