KUTAI KARTANEGARA – Festival Erau Adat Kutai 2025 diproyeksikan bukan hanya sebagai pesta budaya masyarakat Kutai Kartanegara (Kukar), tetapi juga ajang strategis untuk menarik wisatawan dan dukungan pejabat pusat.
Plt Kepala Bidang Promosi dan Pemasaran Dinas Pariwisata Kukar, Awang Ivan Ahmad, mengatakan strategi promosi dilakukan secara maksimal agar Erau tak hanya dirasakan masyarakat lokal, tetapi juga skala nasional.
“Undangan resmi sudah kita layangkan ke Kementerian Pariwisata. Meskipun Kesultanan Kutai juga sudah mengirimkan, Pemkab melalui Dispar tetap menyampaikan undangan sebagai bentuk prosedur resmi pemerintahan,” jelas Ivan, Rabu (3/9/2025).
Menurutnya, kehadiran pejabat pemerintah pusat akan memberikan semarak sekaligus legitimasi lebih terhadap pelestarian budaya Kutai.
Tak hanya itu, promosi Erau juga dipadukan dengan paket wisata terpadu. Wisatawan yang hadir bisa menyaksikan prosesi adat sekaligus menikmati destinasi lain di Tenggarong.
“Dengan begitu, Erau tidak hanya jadi ritual, tapi juga pengalaman lengkap bagi pengunjung. Mulai dari prosesi adat, pertunjukan seni, hingga wisata alam dan sejarah di Kukar,” ucap Ivan.
Festival ini akan digelar pada 21 hingga 29 September mendatang. Pihaknya optimistis, momentum ini bisa memperkuat identitas budaya Kukar sekaligus memperkenalkan potensi pariwisata daerah ke tingkat nasional.
“Kami ingin menunjukkan bahwa Kukar punya identitas budaya kuat sekaligus destinasi wisata menarik. Itu sebabnya promosi kami lakukan all out,” tegas Ivan. (fjr)












