KUKAR IDAMAN SEP 26
Ragam  

Tingkatkan Kompetensi Warga Binaan, Lapas Narkotika Samarinda Resmikan Posyandu-Pas dan SAE

Lapas Narkotika Kelas IIA Samarinda Resmikan Gedung SAE di lingkungan Lapas. (Nita/Komparasinews.id)

SAMARINDA – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Samarinda berserta Kanwil Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Kaltim meresmikan Sarana Asimilasi Edukasi (SAE) konveksi dan Pos Pelayanan terpadu Pembinaan Masyarakat (Posyandu-Pas). Hal ini merupakan upaya meningkatkan kompetensi warga binaan.

“Hari ini kami membuka beberapa program strategis sebagai bentuk upaya memperkuat keahlian kerja warga binaan rehabilitasi sosial. Agar menciptakan kehidupan mereka yang lebih baik lagi pada saat keluar dari Lapas,” jelas Kalapas Narkotika Kelas IIA Samarinda Hidayat, Selasa (14/2/2023).

Lebih lanjut, program strategis yang dibuka dan diresmikan itu sebagai program rehabilitasi sosial bagi warga binaan pemasyarakatan. Program pelatihan kemandirian dan penandatanganan kerja sama dengan para pemangku kepentingan, serta peresmian gedung SAE konveksi dan Posyandu-Pas.

Baca Juga  DLH PPU Lakukan Pendataan Emisi untuk Kurangi Dampak Gas Rumah Kaca

Melalui program tersebut, diharapkan dapat meningkatkan kompetensi warga binaan. Supaya bisa kembali ke lingkungan masyarakat dalam keadaan normal dan siap untuk menjalani kehidupan yang lebih layak, serta penuh rasa tanggungjawab.

“Untuk rehabilitasi sosial ada 180 warga binaan, lalu yang mengikuti program pembinaan kemandirian sebanyak 80 orang. Diharapkan semuanya bersertifikat, dengan keterlibatan program sampai dengan 156 hari hingga mahir,” ungkap Hidayat.

Baca Juga  Puluhan Ribu Warga Bontang Merokok Setiap Hari, Sumbang Risiko Penyakit Tidak Menular

Sementara itu Kepala Kanwil Kemenkumham Kaltim Sofyan menyampaikan, program pemberantasan ketergantungan narkoba bukan hanya tanggung jawab aparat. Namun juga menjadi tanggung jawab semua pihak.

“Kami ingin program yang telah diluncurkan ini bermanfaat bagi warga binaan Lapas dan terbebas dari gangguan fungsi dalam berinteraksi sosial. Bisa meningkatkan keahlian kerja bermanfaat saat nanti keluar dari Lapas,” jelas Sofyan.

Dia juga turut mengingatkan warga binaan supaya tidak sekali-kali melakukan penyeludupan narkoba ke dalam Lapas. Sebab percuma melakukan program pemberdayaan warga lapas jika masih ada penyeludupan narkoba,hingga masih menggunakannya. (nta)