Wagub Hadi Mulyadi Soroti Ratusan Miliar CSR Perusahaan Batu Bara Kaltim yang Mengalir ke UI

Wagub Kaltim Hadi Mulyadi. (Foto: Adi Suseno/Adpimprov Kaltim)

SAMARINDA – Wakil Gubernur (Wagub) Kaltim Hadi Mulyadi menyoroti aliran dana corporate social responsbility (CSR) dari salah satu perusahaan besar bidang pertambangan batu bara di Kaltim. Pasalnya dana tanggung jawab sosial perusahaan (TJSP) itu mengalir ke Universitas Indonesia (UI).

Hadi menyebut pemerintah daerah menganggap aliran dana tersebut kurang pas. Menurutnya terkait kerja sama, seharusnya terjalin baik dengan pemerintah pusat, daerah, kabupaten dan kota bersama para pengusaha yang bekerja di Kaltim. Karenanya dia tak mau hal ini berulang di kemudian hari.

“Sebuah perusahaan besar di Kaltim justru memberikan CSR-nya ke Universitas Indonesia (UI) sebesar Rp500 miliar. Kenapa tidak diberikan ke Kaltim? Ini kan pertanyaan yang menggelitik masyarakat,” ujar Hadi, Selasa (10/5/2022).

Baca Juga  TP PKK Kukar dan Provinsi Kaltim Matangkan Persiapan HKG Ke-51

Pertanyaan tersebut, sambung Hadi, bukan berasal dari dirinya pribadi. Melainkan dari masyarakat Kaltim.

“Bukan dari saya lho. Ini masyarakat Kaltim yang bertanya. Kenapa kok diberikan kesana, tidak diberikan ke Kaltim. Syukurnya masyarakat Kaltim cukup sabar, kalau tidak kan bisa didemo itu,” ungkapnya.

Orang nomor dua di Benua Etam itu menganggap semestinya perusahaan bijak dan seimbang melihat proporsi Kaltim. Dalam hal ini yang juga memberikan Sumber Daya Alam (SDA)-nya untuk dikeruk dan menjadi profit. Kepentingan masyarakat juga jauh lebih penting apalagi terkait pendidikan.

Perusahaan yang bekerja di Kaltim juga kerap diminta membantu dalam kepentingan masyarakat luas di Benua Etam. Supaya tak hanya merasakan dampak namun juga manfaat dari adanya perusahaan yang beroperasi.

Baca Juga  Hebat! Balikpapan Raih Penghargaan Bergengsi ASEAN Clean Tourist City Award

“Berapa juta batu bara yang diambil, kok tidak diberikan ke masyarakat Kaltim? Perusahaan tambanglah (yang memberi dana CSR ke UI). Artinya kami tidak iri. Tetapi kalau di sana diberi, di sini diberi juga harusnya begitu,” kata Hadi Mulyadi.

Jika Rp500 miliar diberikan ke UI, imbuhnya, lantas masyarakat tidak mendapatkan fasilitas yang sama dengan itu, pastinya muncul pertanyaan dan jadi bertanya-tanya.

“Yang jelas saya dapat pertanyaan itu (dana CSR) dan dapat kiriman dari rektor (Unmul), ya pasti bertanya-tanya ini, tidak harus Unmul, kan ada ITK, ada ISBI, UMKT, Unikarta, Uniba, UNU dan lain-lainnya di Kaltim,” terangnya.

Kata Hadi, pemberian CSR tersebut membuat masyarakat Kaltim kecewa. Dia berharap pihak perusahaan lebih memperhatikan keberlangsungan serta kesejahteraan masyarakat yang dekat dengan wilayah kerjanya terlebih dahulu.

Baca Juga  Pemkab Kutim Gelar Peringatan Hari Guru ke-78

“Yang kecewa bukan saya, masyarakat Kaltim. (Saya) mewakili masyarakat Kaltim merasa kecewa. Harusnya ada perhatian serius untuk Kaltim,” tegasnya. (man)